Sumbar Ekspor 20 Ton Ikan Kerapu ke Hongkong

Ekonomi- 01-11-2021 11:10
Sumbar Ekspor 20 Ton Ikan Kerapu ke Hongkong
Sumbar Ekspor 20 Ton Ikan Kerapu ke Hongkong

Padang, Arunala - Potensi hasil perikanan di Sumbar menunjukkan tingkat yang positif. Sebagai buktinya, sebanyak 20 ton ikan kerapu hidup dari Sumbar menembus pasar Hongkong.

Pelepasan ekspor komoditas senilai Rp 2 miliar juga dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, Komandan Lantamal II Padang dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Desniarti.

"Kami menyambut baik pelaksanaan ekspor ikan kerapu hidup ini. Kami menilai aktivitas ekspor ini telah membantu perekonomian masyarakat di wilayahnya," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat pelepasan ekspor ikan kerapu hidup.

Dia juga memastikan usaha budidaya kerapu akan menjadi program prioritas ke depan dan akan terus dikembangkan, mengingat potensi budidaya laut di Sumbar luar biasa.

"Ini patut kita apresiasi dan harus kita dorong untuk terus dikembangkan di Sumbar," kata Audy.

Pada kesempatan itu, Wagub menyerahkan Health Certificate (HC) yang telah diterbitkan oleh SKIPM Padang kepada CV Andalas Samudera Sejati.

HC ini merupakan salah satu dokumen yang diperlukan untuk ekspor.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti mengatakan ikan kerapu diekspor dalam kondisi hidup menggunakan kapal laut dengan negara tujuan ekspor Hongkong.

Pelepasan ekspor dilakukan di keramba jaring apung milik CV Andalas Samudera Sejati.

"Jenis ikan kerapu yang diekspor adalah kerapu cantik dan kerapu cantang, sebanyak 20 ton dengan berat ikan per ekornya antara 500 gram sampai 1 kg. Nilai ekspor ikan kerapu ini sekitar USD 150 ribu," sebutnya.

Ia mengatakan ikan kerapu yang diekspor ini merupakan hasil budidaya yang dilakukan oleh PT Andalas Samudera Sejati.

"Dan juga hasil budidaya dari para pembudidaya ikan yang ditampung oleh perusahaan tersebut," ucap Desniarti.

Selain ikan kerapu cantang dan cantik, ada lagi ikan kerapu bebek yang memiliki nilai jual lebih tinggi sekitar Rp 450 ribu per kg.

"Saat ini pemasarannya melalui pesawat udara," sebutnyanext

Komentar