Padang, Arunala -- Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin menghadiri rapat koordinasi pembahasan strategi dan rencana aksi pengembangan pariwisata Sumbar di auditorium Istana Gubernur, Rabu (17/11).
Rakor tersebut dibuka secara resmi gubernur diwakili Kepala Biro Perekonomian Setprop Sumbar, Irsyad.
Dalam sambutannya, Irysad mengatakan bahwa salah satu sektor ekonomi Sumbar yang harus didorong adalah sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Dampak terhadap pengembangan pariwisata ialah kunjungan orang banyak dalam pariwisata menjadi pasar bagi UMKM kuliner,fashiondan kriya. Pariwisata memberikanmultiplier effectbagi sektor peradagangan, transportasi, pertanian, jasa-jasa dan makan minum," ujarnya.
"Pariwisata membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar daerah sekitar, pariwisata mendorong kreativitas masyarakat dan UMKM, pariwisata mendorong tumbuhnya hotel, restoran, kuliner UMKM baru yang akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat (mendukung program 100.000 wirausaha baru)," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin dalam diskusi tersebut meminta harus ada keseriusan dari pihak pemprov dalam melakukan rakor tentang pengembangan pariwisata ini, karena tidak keseluruhan kepala daerah yang hadir dalam rapat ini.
"Demi menggenjot sektor pariwisata ditengah pandemi saat sekarang ini, Pemko Pariaman bergerak cepat menjeput bola sehingga pariwisata kembali bangkit usai megalami keterpurukan.
Buktinya Desa Apar Kota Pariaman, lanjut Mardison, masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Ini adalah prestasi terbaik bagi Sumbar khususnya Kota Pariaman.
"Ini bukti pariwisata kembali bangkit, pencapaian ini menjadi prestasi terbaik dan mengharumkan nama Kota Pariaman, dan Sumbar umumnya di kancah nasional, dengan kata lain kota berjulukan The Sunset City of Indonesia ini sudah diakui sebagai tujuan wisata yang makin diperhitungkan," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama selaku narasumber pada rakor tersebut mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Sumbar per 6 tahun mengalami penurunan. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19.next


Komentar