.
Ia bercerita, pada agresi militer Belanda II, tentara Belanda berusaha merebut Pariaman dengan melakukan beberapa kali serangan. Meskipun serangan Belanda makin gencar, TNI AL kala itu tetap bertahan di posisinya masing-masing, salah satunya bunker yang terletak di Jalan Tugu Perjuangan, dekat kantor Pos Pariaman sekarang,
"Dalam bunker itu terdapat 36 orang yang terdiri dari TNI AL dan warga sipil. Dari pertempuran yang tak seimbang itu, 34 orang gugur dan hanya dua orang selamat. Para pejuang yang gugur itu kemudian dikebumikan di Taman Makam Pahlawan, Kusuma Bangsa, Rawang, Kota Pariaman, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah gugur mempertahankan Kota Pariaman sebagai basis pertahanan TNI AL kala itu," tutur Genius.
Dengan adanya sejarah tersebut, Genius berharap, Kota Pariaman dapat menjadi Kota Maritim atau Kota Bahari yang ada di Indonesia, dan dengan dukungan dari Danlantamal II Padang dan jajaranya, kiranya hal ini dapat terwujud, apalagi kalau Museum Bahari, eks Kapal KRI Teluk Ratai 509 sudah berdiri nantinya, akan menambah eksistensi Kota Pariaman sebagai Kota Maritim atau Kota Bahari di Indonesia, kata Genius.


Komentar