Gubernur Tenangka Warga Korban Gempa Pasbar: 6 Meninggal dan 1.000 Warga Malampah Mengungsi

Metro- 25-02-2022 20:16
Gubernur Mahyeldi saat beri semangat pada Asni, 41, yang alami cidera patah kaki akibat gempa di RS Yasri Pasbar, Jumat sore (25/2). (Dok : Istimewa)
Gubernur Mahyeldi saat beri semangat pada Asni, 41, yang alami cidera patah kaki akibat gempa di RS Yasri Pasbar, Jumat sore (25/2). (Dok : Istimewa)

Pasbar, Arunala -- Jumat sore (25/2), Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, meninjau kondisi korban dan para pengungsi, pascagempa 6,2 magnitudo yang melanda Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), di Jumat pagi.

Didampingi Wakil Bupati Pasbar, Risnawanto, Sekkab Hendra Putra, Kepala BPBD Sumbar, Jumaidi berusaha menenangkan para pengungsi yang ada di beberapa titik.

Di halaman kantor Bupati Pasbar, Mahyeldi melihat langsung kondisi warga yang sebagian besar berasal dari Jorong Simpang Timbo Abu, Kecamatan Talamau.

Sedikitnya ada 300 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal di jorong ini. Rumah warga rata dengan tanah dan menelan dua korban jiwa.

"Rumah kami ndak ada lagi pak, rata dengan tanah semuanya. Tolong lah pak, jemput keluarga kami disana. Gempanya ndak henti-henti, setiap menit ada pak," ujar salah seorang warga, Saparudin ,50, saat dikunjungi Mahyeldi dan rombongan.

Selanjutnya Mahyeldi juga melihat kondisi korban yang ada di RS Yarsi Pasbar. Di rumah sakit ini terdapat 26 korban gempa dengan luka ringan hingga berat. Rata-rata pasien menderita cidera kepala dan fraktur. Satu orang pasien dengan cidera kepala berat dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

Satu persatu korban yang berjejer di teras dan halaman rumah sakit ini diberi semangat oleh Mahyeldi untuk tetap tabah.

"Yang kuat dan sabar ya buk. Insya Allah, disini dokter dan perawat sudah siap. Jangan pikirkan masalah biayanya, itu sudah ada yang mengurus. Yang penting sekarang berobat dulu," ujar Mahyeldi pada Asni, 41, yang mengalami patah kaki.

Mahyeldi dan rombongan kemudian beranjak ke Kajai dimana masyarakat disini masih dalam proses evakuasi oleh petugas gabungan dan relawan.

"Pertama kami menyelamatkan korban yang luka-luka di rumah sakit terdekat dan dibantu oleh tenaga Puskesmas. Lalu, kepada warga yang kehilangan tempat tinggal kita siapkan tenda di halaman kantor bupati dan juga ada di Tigo Nagari dan juga rumah singgah Dinas Sosial," ujar kata Mahyeldinext

Komentar