Komisi II DPRD Sumbar Hearing dengan Mitra Kerja: Antisipasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Pangan jelang Ramadan

Metro- 26-03-2022 10:06
Komisi II DPRD Sumbar Hearing dengan Mintra Kerja Antisipasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Pangan jelang Ramadah
Komisi II DPRD Sumbar Hearing dengan Mintra Kerja Antisipasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Pangan jelang Ramadah

Padang, Arunala -- Jelang masuk Ramadan pada awal April ini, ketersedian pangan di Sumbar jadi hal penting untuk diperhatikan. Pasalnya, di saat akan memasuki bulan suci itu, sejumlah bahan pangan kerap alami lonjakan harga dari harga biasanya.

Guna memastikan tidak terjadinya lonjakan harga pangan di saat itu, sekaligus untuk menghindari terjadinya kelangkaan, Komisi II DPRD Sumbar lakukan hearing dengan Dinas Pangan dan Bulog Sumbar, Jumat (25/3) kemarin.

Rapat yang dipimpin ketua Komisi II, Mokhlasin bersama anggota komisi seperti Jefry Masrul, Arkadius Dt Intan Bano, Firdaus dan lainnya, dengan tegas meminta agar stok pangan tetap tersedia jelang dan selama Ramadan, sehingga masyarakat bisa tenang dalam menjalankan ibadah puasanya.

"Kami mengambil langkah antisipatif, ini yang jadi dasar hearing antara Komisi II dengan beberapa OPD terkait guna mengetahui kesiapan Pemprov Sumbar menyangkut ketersediaan bahan pangan. Karena kami tidak mau saat Ramadan ini terjadi lonjakan harga kebutuhan pangan, bahan pokok termasuk juga elpiji," tutur Mokhlasin.

Ditambahkannya, kalau tidak ada langkah antisipasi dilakukan pemprov serta stakehokdernya, jelas membuat masyarakat menjadi susah.

"Berbicara soal pangan jelas sangat sensitif, karena merupakan kebutuhan pokok. Kalau di saat-saat tertentu muncul gejolak ini akan menjadikan situasi tidak baik, maka di hearing ini kami ingin tahu dan memastikan adanya ketersedian bahan pangan khususnya bahan pokok," tegas Mokhlasin.

Dari pernyataan Dinas Pangan dan Bulog yang didapat, sampai hari ini (Jumat, red) kondisi ketersediaan kebutuhan bahan pokok masih stabil, meskipun ada sedikit masalah pada minyak goreng.

"Yang jadi persoalan, kebijakan penetapan pengaturan harga dari kemasan ternyata lari ke minyak curah, maka terjadi pergeseran kebijakan menyebabkan harga minyak goreng agak tidak stabil," Mokhlasin memprediksi.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Sumbar, Firdaus, dimana semua kebutuhan sudah diinventarisir, sehingga dalam memasuki Ramadan semua dalam tataran aman serta stabilnext

Komentar