Padang, Arunala - Yayasan Puteri Indonesia telah mengumumkan 45 finalis untuk ajang Puteri Indonesia 2022.
Salah seorang finalisnya, Erviera Syahnaz Maryam Lovienta, Puteri Indonesia mewakili Sumatera Barat. Erviera telah menggagas gerakan I'm With Her, yang mengadvokasi perempuan mendukung sesama kaum hawa untuk saling menginspirasi dan mengedukasi sejak tahun 2020.
"Pada kebanyakan masyarakat berstigma tentang perempuan yaitu perempuan merupakan kaum lemah yang menjadi sasaran kekerasan, akses yang terbatas, diskriminasi, pendidikan rendah dan lain sebagainya. Perempuan seringkali dianggap sebagai manusia lemah dan hanya dianggap sebagai pelengkap saja dan naifnya dianggap sebagai aksesories belaka dalam rumah tangga," kata Erviera Syahnaz Maryam Lovita.
Ia mengatakan perempuan memacu karier kerap dianggap ambisius karena ditenggarai ingin mengalahkan laki-kali atau para suami. Dan dianggap mempermalukan laki- laki karena dituding mempermalukan harkat, martabat dan derajat laki-laki dalam keluarga.
"Sejatinya, perempuan itu adalah mitra dari laki-laki atau para suami. Ini tantangan perempuan ke depannya yang perlu disikapi secara cerdas dan berkualitas" ucap peraih gelar akademik S-1 dengan dual gelar Bachelor of Arts pada jurusan Public Relations and Project Management pada 2019 ini.
Menyoal perempuan Minangkabau sambung Viera, kedudukan tertinggi perempuan di Minangkabau adalah Bundo Kanduang dan juga dijuluki limpapeh rumah nan gadang.
Kedua label yang melekat bernuansa kehormatan atau suatu mahkota bagai perempuan tidak sertamerta menempatkan perempuan menjadi wanita rumahan sebagai isrti untuk merawat anak-anaknya.
"Perempuan Minang sekarang banyak berkecimpung berposisi pada berbagai sektor usaha atau bisnis. Sebut saja berkarier di bidang kedokteran, kemilitera, jurnalis serta profesi lainnya. Hebatnya, perempuan Minang itu tetap bisa menempatkan dirinya secara bijak sesuai dengan kodratnya," ungkap putri dari pasangan H Ekky Rezal M SE Dt Rajo Mudo dan Hj Elistiani DL SEnext


Komentar