Dua IAIN di Sumbar Bertransformasi menjadi UIN

Metro- 11-06-2022 10:03
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, M Ali Ramdhani. (Dok : Istimewa)
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, M Ali Ramdhani. (Dok : Istimewa)

Jakarta, Arunala - Kabar gembira datang dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Beberapa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang telah berjuang untuk bertransformasi akhirnya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Perubahan alih status tersebut langsung ditanda tangani oleh Presiden Republik Indonesia dalam bentuk peraturan presiden (Perpres) yang ditanda tangani pada tanggal 08 Juni 2022.

Dua dari lima IAIN yang berubah bentuk menjadi UIN berasal dari Sumbar. Yakni IAIN Batusangkar menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar dan IAIN Bukittinggi menjadi Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi.

Tiga lainnya Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dan Universitas Islam Negeri Salatiga.

"Lima kampus UIN baru kembali lahir dari rahim Kementerian Agama. Dengan bertambahnya lima UIN ini, maka sekarang ada 29 UIN di Indonesia," ujar Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr. M. Ali Ramdhani, dalam siaran pers diterima arunala.com, Jumat (10/6).

Menurutnya, perubahan bentuk ini harus diikuti dengan adanya transformasi keilmuan secara menyeluruh agar kiprah UIN di masyarakat semakin luas.

"Perubahan bentuk ini juga dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan proses integrasi keilmuan Agama Islam dengan sains serta mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas," terangnya.

"Semoga cita-cita dan harapan mulia ini terwujud" harapnya.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Amien Suyitno berharap agar perubahan bentuk ini diikuti dengan adanya perubahan peningkatan mutu dan kualitas.

Penguatan bidang Sarpras, SDM Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi sangat penting.

"Kampus UIN harus mampu menyelenggarakan integrasi keilmuan agama Islam dan sains yang memiliki distingsi atau pembeda terhadap prodi yang ada pada perguruan tinggi lain," ujar Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang tersebutnext

Komentar