.
"Saya berbeda pandangan soal itu. Yang jelas partai kami (Demokrat, red) jelas memperjuangkan aspirasi rakyat dan juga sampai saat ini, apa yang mau disampaikan bukan hal masalah wong cilik saja, tapi kami membawa suara rakyat sehingga kami akan memperjuangkan suara rakyat itu pada 2024, ayo yang ingin perubahan, ikut bersama kami," tukas Imelda Sari.
Dia menyampaikan, tentu berbeda Demokrat dengan Partai yg posisinya status quo. Ini kan status quo, berlawanan dengan kami yg ingin perubahan.
"Ya wajar, sebagai partai oposisi dengan platform yang kami miliki nasionalis religius, sekalipun dari sisi nasionalis kita sama, tapi kami tentu untuk berkoalisi butuh partai yang ada chemistry untuk pilpres 2024 ini," pungkas Imelda Sari.
Dia menambahkan, membangun silaturahmi dengan semua partai politik, dirinya berharap pemilu 2024 ini bukannya menjadi ajang gontok-gontokan tapi justru menjadikan pemilu 2024 menjadi momentum mencari presiden baru dan pemimpin baru.
Selanjutnya, menyinggung penjajakan koalisi dengan NasDem dengan ada tiga kali pertemuan kedua partai, Imelda Sari menjelaskan apa yang telah dibangun dengan NasDem itu juga bagus, itu dikarenakan adanya hubungan harmonis antara pendiri pantai Demokrat Bambang Susilo Yudhoyono dengan pendiri partai NasDem, Surya Paloh sejak 2004 lalu.
"Jadi saya mengetahui betul, secara chemistry-nya ada, dan PKS memang juga ada begitu. Kemudian bahwa soal chemistry itu memang betul dan tak bisa dihindari, termasuk hubungan Demokrat dengan PKB juga bagus," kata Imelda Sari.


Komentar