Pariaman, Arunala --Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat menggelar kegiatan "Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak" secara serentak di 514 kabupaten kota di Indonesia, Kamis (12/5).
Kegiatan yang dilakukan secara virtual itu diikuti oleh 600 ribu personel yang tergabung dalam 200 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang siap berkomitmen untuk mensukseskan pencegahan stunting di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo mengatakan salah satu yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalahpencegahan stunting, yang tujuannya agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
Beliau sebutkan untuk menekan angkastuntingdibawah 14 persen di tahun 2024 nanti, BKKBN meminta bantuan kepada seluruh pihak terkait, khususnya kepada TPK untuk melakukan pendampingan pada calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga risiko tinggi stunting.
"Selain itu TPK juga harus memfasilitasi kelompok sasaran, terkait pelayanan rujukan dan pemberian bantuan sosial sebagai upaya peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga, agar penurunan angka stunting bisa tercapai, yang saat ini menurut pendataan keluarga 2021 (PK 21), jumlahnya sudah mencapai 21,9 juta keluarga di Indonesia," tegas Hasto Wardoyo.
Acara yang digelar di alun-alun Kabupaten Subang, Jawa Barat ini juga diikuti secara daring Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana(DP3AKB) Kota Pariaman Guniyetti Zaunit, Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Pariaman Fadli yang juga Kepala Bappeda Kota Pariaman, Kepala OPD terkait atau yang mewakili, Ketua BPS Kota Pariaman, Perwakilan Polres Pariaman, 71 orang Kader TPK Kota Pariaman, Bidan dan juga Kader TP PKK Kota Pariaman, di rumah dinas wali kotanext


Komentar