Dharmasraya, Arunala - Sejumlah peserta dari berbagai kalangan ikuti ekspedisi Sungai Batanghari yang diadakan Selasa hingga Jumat (12-22/7) ini.
Kegiatan ekspedisi ini diselenggarakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Titik awal ekspedisi dimulai di Sungai Batanghari tepatnya di Jembatan Sei Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Selasa siang (12/7).
Peserta ekspedisi dilepas langsung Direktur Perfilman Musik dan Media, Ditjen Kebudayaan, Ahmad Mahendra, sementara pembukaan ekspedisi langsung Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.
"Ekspedisi Sungai Batanghari merupakan salah satu upaya pelibatan dan transfer pengetahuan kepada generasi muda untuk melihat lebih jauh potensi berbagai tinggalan objek yang diduga cagar budaya dengan melakukan pendataan, inventarisasi, pemetaan ekosistem, serta pemantauan dan evaluasi perlindungan cagar budaya sebagai objek pemajuan kebudayaan," kata Direktur Pelindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti saat itu.
Sementara, Direktur Perfilman Musik dan Media, Ditjen Kebudayaan, Ahmad Mahendra menyebutkan, kegiatan yang diadakan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Kenduri Swarnabhumi.
Dia menyatakan, ini merupakan merupakan salah satu upaya bersama untuk memajukan kebudayaan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keterhubungan antara sungai dan peradaban. Di samping juga menjaga ekosistem sungai di daerah aliran sungai (DAS) Batanghari.
"Melalui Kenduri Swarnabhumi, Kemendikbudristek bersama masyarakat dan pemerintah daerah berupaya untuk menggerakkan kesadaran harmoni sungai dan peradaban yang semakin penting untuk dirawat dengan kearifan berbasis budaya," ucap Ahmad Mahendra.
Dia melanjutkan, dengan adanya UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan UU nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan memberikan payung hukum bagi pihaknya dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan kebudayaan daerahnext


Komentar