Ketua DPRD Sumbar Beri Penguatan Nilai-nilai Kepahlawanan

Metro- 04-07-2022 22:55
Ketua DPRD Sumbar, Supardi bersama peserta sosialisasi penguatan nilai-nilai kepahlawanan di Bukittinggi, Senin malam (4/7). (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar, Supardi bersama peserta sosialisasi penguatan nilai-nilai kepahlawanan di Bukittinggi, Senin malam (4/7). (Dok : Istimewa)

.

Hal ini menurut dia terjadi karena generasi muda kesusahan menentukan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk di tengah-tengah gencarnya informasi dan tontonan yang masuk melalui berbagai alat, salah satunya internet.

"Selain itu pula dikarenakan generasi muda kehilangan sosok idola yang bisa mereka contoh untuk menjadi sosok yang lebih baik. Atau bisa jadi pula mereka salah menempatkan sosok yag dijadikan idola," ujarnya.

Anak-anak zaman sekarang, lanjut Supardi kebanyakan merasa bahwa tokoh-tokoh fiktif di film-film lah yang merupakan pahlawan.

Tokoh-tokoh inilah kemudian yang mereka idolakan, mereka tiru dan mereka contoh. Misalnya seperti Batman, Superman.

"Padahal tokoh-tokoh ini tidak nyata, hanya fiktif. Masalah yang dihadapi pun tidak bersentuhan dengan permasalahan di negara ini," jelasnya.

Secara psikologi, lanjut Supardi, nilai kepahlawanan mereka tidak tertanam di alam bawah sadar bawah sadar. Sehingga tidak ada pula keinginan untuk mencontoh pemikiran, sikap para pahlawan ini.

"Nilai kepahlawanan sangar bergantung pada sudut kita memandang maka amat perlu kita mengajarkan serta mensosialisasikan tentang pahlawan kita. Dengan begitu generasi muda akan mengenal lalu mencontoh pada pahlawan-pahlawanan ini," ujarnya.

Di lain sisi, lanjut Supardi amat sedikit dokumen atau literasi tentang para pahlawan tersebut. Begitu pula untuk pahlawan-pahlawan asal Ranah Minang.

"Salah satunya tentang M Natsir. Dokumen atau literasi tentang M Natsir sangat sedikit, padahal tanpa beliau tidak ada NKRI melainkan hanya RIS," tukas Supardi. (*)

Komentar