Padang, Arunala - Ketua Dewan Pendidikan Sumbar, Dr. Syarifuddin, S.Pd, M.Pd, sangat menyayangkan aksi tawuran para siswa di salah sekolah menengah atas atau sederajat yang terjadi di Kota Padang beberapa hari lalu.
Tidak itu saja, dia juga meminta harus ada tindakan tegas dari institusi pendidikan terkait pelaku tawuran ini.
"Dikhawatirkan, aksi ini akan jadi trend bagi siswa lain yang memang sedang mencari identitas diri mereka. Aksi tawuran ini bukan hanya terjadi di SMK saja, namun bisa juga melebar di SMA," ungkap Syarifuddin ketika dihubungi Arunala.com, Minggu siang (31/7).
Syarifuddin juga tidak menampik bahwa dengan adanya aksi tawuran itu membuat sejumlah siswa merasa khawatir pergi sekolah saat ini.
"Untuk diketahui, kita sudah mulai terbesar dari Covid-19. Seiring dengan itu, semangat orang tua, siswa mulai tumbuh dengan luar biasa, tapi dengan adanya kejadian tawuran ini, jadi kekhawatiran baru bagi orang tua dan siswa itu. Tapi setelah aksi tawuran yang dilakukan pelajar yang sempat viral apalagi gunakan senjata tajam mau tak mau akan mempengaruhi semangat belajar para siswa lainnya," tukasnya.
Dia menambahkan, kejadian aksi tawuran yang terjadi beberapa hari lalu itu seharusnya sudah jadi catatan bagi pendidikan Sumbar, mengingat di daerah atau provinsi lain tidak ada lagi kejadian tawuran seperti itu.
Dia mencontohkan, di DKI Jakarta, sudah punya tindakan tegas bagi para pelaku tawuran.
Semuanya tidak diberi kesempatan, apakah itu bantuan, tunjangan segala macam bagi mereka-mereka pelaku tawuran.
Bahkan, lanjutnya, pihak sekolah juga harus tegas memberi sanksi kepada mereka yang lakukan aksi tawuran.
"Itu yang saya harapkan, hal seperti itu bisa juga dilakukan bagi dunia pendidikan di Sumbar, terlebih bagi institusi pendidikan," ucap Syarifuddin.
Menyinggung aksi tawuran itu, Syarifuddin mengharapkan kepala sekolah bersangkutan harus segera menyikapi dengan tegas kalau terkait dengan kasus tawuran itunext


Komentar