.
"Kebudayaan yang dimaksud bukan hanya soal kesenian, kesusasteraan melainkan segala perilaku kehidupan, termasuk nanti pelaku usaha," kata Irman Gusman.
Sedangkan, Ketua Organizing Committee (OC) Kongres Kebudayaan 2022, Insannul Kamil menyampaikan, kegiatan untuk kongres ini sudah dipersiapkan sejak enam bulan lalu dan berbagai pematangan materi atau pun konsep untuk kongres kebudayaan kali itu terus dilakukan.
"Bagaimana kongres ini jadi langkah alternatif terhadap perbaikan peradaban dan kebudayaan pada tatanan baru ini," tukas Insannul Kamil.
Kegiatan kongres ini, sambung dia, nantinya akan berikan spektrum luas bagi regional, nasional maupun ASEAN dalam perspektif kebudayaan, terlebih dalam menuju peradaban Indonesia maju.
Dia menambahkan, dalam kongres ini juga akan menggali apa saja permasalahan yang terkait kebudayaan itu, serta sejauh mana manfaat dari kongres kebudayaan bagi perbaikan tatanan kebudayaan yang ada saat ini.
Insannul Kamil menerangkan, Kongres Kebudayaan 2022 itu nantinya diselenggarakan pada Desember 2022 mendatang.
Dan rangkaian kongres itu digelar berbagai kegiatan diantaranya seminar-seminar kebudayaan, baik secara online, offline dan virtual.
"Ada juga podcast yang akan memberikan penguatan kepada acara Kongres Kebudayaan 2022 ini," pungkas Insannul Kamil.
Dalam launching Kongres Kebudayaan 2022 hari itu, juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifulah, Ketua umum YPKM Syofwan Karim, Yulizar Yunus, Hasril Chaniago, Ery Mefri dan lainnya, termasuk Kepala Balai Kajian Sejarah dan Budaya Sumbar, Udri.


Komentar