Rakernas Ditutup, Apeksi akan Sampaikan Tiga Spirit ke Pusat

Metro- 09-08-2022 22:45
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat penutupan Rakernas XV Apeksi di Hotel Truntum Padang, Selasa (9/8). (Dok : Istimewa)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat penutupan Rakernas XV Apeksi di Hotel Truntum Padang, Selasa (9/8). (Dok : Istimewa)

.

Mandatoris spending itu angkanya ada yang tidak masuk. "Di sisi lain, malah dikurangi dan ada beban yang lain," ungkapnya lagi.

Sementara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan dia akan menerima apa pun hasil rapat kerja nasional ini. Dan pihaknya akan tetap membangun hubungan dengan tim kecil dari Apeksi.

Setelah itu, akan dilihat satu per satu mana yang bisa di-follow up kepada kementerian-kementerian terkait.

"Bisa saja terjadi kementerian yang mana banyak orang juga, memiliki kebijakan yang berbeda-beda, regulasi yang membuatnya berbeda, yang mungkin juga tidak terkoordinasi dengan kementerian yang lain halnya dari sudut pandang masing-masing," ucap Tito.

Tapi, terangnya, yang rasakan yaitu pelaksana langsung, kepala daerah yang dampaknya. Itu bisa saja terjadi.

"Dan kita tidak bisa menutup kemungkinan itu. Oleh karena itu, kita memerlukan komunikasi, dan kita melakukan follow up. Saya selalu membuka waktu dan membuka diri. Apalagi prinsip Kemendagri sebagai pembina dan pengawas, tapi strukturalnya Mendagri itu bapak-bapaknya kepala daerah. Kami akan berusaha betul menyenangkan "anak-anaknya". Semampu kami dan semaksimal mungkin demi kebaikan bersama, bangsa Indonesia dan demi rekan-rekan lebih leluasa untuk mengembangkan daerahnya masing-masing," ucap Mendagri ini.

Ia juga mengatakan pemilihan kepala daerah adalah konsekuensi adanya disentralisasi yaitu kepala daerah dipilih oleh rakyatnya langsung. Ada segi positifnya.

Semua orang bisa mencalonkan diri dan bertarung untuk menjadi kepala daerah.

"Fine. Thats good. Thats democracy. Tapi di sisi lain, quality yang terpilih belum tentu betul-betul kompeten. Dikarenakan didasari latar belakang yang bermacam-macam. Ada kepala daerah yang memang bright, memiliki leadership yang kuat mampu memenage dan berinteraksi dengan semua Forkopimda. Mampu membangun hubungan ke atas, ke samping dan ke bawah dengan sangat baik.

Kemudian menyusun budget dan mempunyai visi yang jelas. Itu konsep. Bukan rutin dan mengalir begitu-begitu saja.

"Sampai akhir masa jabatan saya, targetnya apa. Belum tentu semua pemimpin mempunyai kemampuan itu. Dan belum tentu mempunyai visi itu. Belum lagi masa integritas," ungkapnyanext

Komentar