.
Deni menambahkan, merenungkan nasionalisme Bung Hatta, ada ruang belajar sepanjang masa. Nasionalisme yang dibawa Bung Hatta pertama-tama nampaknya adalah nasionalisme literasi.
"Bangsa yang besar, tentunya menjadikan literasi sebagai panglima perubahan dan peradaban," tukas Deni.
Dia melanjutkan, tak mengherankan begitu dahsyat pesan filosofis dari Bung Hatta untuk mencintai bangsa sendiri.
Deni juga mengutip salah satu pernyataan dari Bung Hatta yang berbunyi "Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas. Selama bersama buku kalian boleh memenjarakan ku dimana saja, karena dengan buka aku merasa bebas".
Sedangkan, Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Nur Karim menyampaikan, kegiatan talk show dalam rangka dalam input 120 tahun Bung Hatta.
"Kegiatan inklusi sosial ke-Bung Hatta-an yang diselenggarakan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta ini dilaksanakan sebagai ajang promosi bagi paradigma bagi layanan masyarakat berbasis inklusi sosial, di samping itu sebagai kebanggaan pihak UPT yang membawa nama besar Bung Hatta," ucap Nur Karim.
Dia menambahkan, pihak UPT tiap tahun selenggarakan peringatan hari ulang tahun Bung Hatta. Hal itu sebagai upaya mengenang jasa-jasa dari Proklamator Bung Hatta.
"Dengan momentum 120 tahun Bung Hatta ini, makanya kami dari pihak UPT menggelar peringatan hari lahir Bung Hatta yang dirangkai dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan ketokohan Bung Hatta, salah satunya talk show ini," kata Nur Karim.


Komentar