Sosok Dr dr Rika F Susanti SpFM (K) yang Ikut Autopsi Ulang Brigadir J

Metro- 11-08-2022 22:10
Dr dr Rika F Susanti SpFM (K). (Dok : Istimewa)
Dr dr Rika F Susanti SpFM (K). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala - Kasus penembakan polisi oleh polisi yang menyebabkan meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam, Irjen Pol Ferdy Sambo masih terus bergulir.

Jasad Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J diautopsi ulang di RSUD Sungai Bahar, Muaro Jambi, Rabu (27/7) lalu.

Ada tujuh dokter yang terlibat dalam autopsi ulang. Dari tujuh dokter itu, satu di antaranya dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yakni Dr dr Rika F Susanti SpFM (K).

"Kebetulan ketua tim adalah ketua kami, Dr dr Ade Firmansyah Sugiharta SpFM (K), Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PFDI) menghubungi saya. Bisa nggak menjadi salah satu anggota tim forensik autopsi ulang Brigadir J. Tim tersebut ada lima ahli forensik dan dua teknisi," kata Dr dr Rika F Susanti SpFM (K), saat ditemui Arunala.com di Klinik Azimar, Jalan M Hatta, Kota Padang, Kamis (11/8).

Selain Ketua Umum PDFI Dr dr Ade Firmansyah Sugiharta SpFM(K) dan Dr dr Rika Susanti SpFM(K) dosen dari FK Unand, juga terlibat dr Sofiana SpFM dari RSPAD Gatot Soebroto.

Selanjutnya ada dr Yudy SpFM dari RSCM dan dr Ida Bagus Putu Alit DFM SpFM(K) dari FK Udayana.

"Secara keseluruhan kami bersama-sama melakukan autopsi ulang Brigadir J. Namun dalam bekerja, ketua tim membagi tugas. Mulai dari exhumation (gali kubur), pemeriksaan jenazah, ada juga bagian fotografi, dan tugas lainnya," ungkap Rika.

Dia mengatakan autopsi ulang Brigadir J dilakukan dari pagi hingga sore hari. Saat autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J, pihaknya mengalami kesulitan. Selain mulai mengalami pembusukan dan luka yang mulai samar, kondisi jenazah sudah dipakaikan formalin.

"Kondisi demikian, tim harus kembali melakukan pemeriksaan menggunakan alat bantu mikroskopik untuk memastikan luka-luka tersebut. Pemeriksaan sampel itu dilakukan secara mikroskopik di Laboratorium Patalogi Anatomik RSCM Jakarta," sebut alumni S-3 Biomedik FK Unand ini.

Kapan hasil autopsi ulangnya diumumkan? Rika menyebutkan Dr dr Ade sudah menyebutkan dua sampai empat minggunext

Komentar