.
Ray juga mengatakan, prebiotik dan probiotik juga banyak terdapat dalam ASI. Itulah mengapa pemberian ASI pada bayi merupakan hal yang sangat penting.
"Pada prinsipnya di ASI secara alamiah sudah terdapat prebiotik natural (oligosakarida) dan probiotik (bifidus factor) yang bisa bermanfaat untuk daya tahan tubuh bayi dan imunitasnya," ucapnya.
Namun ibu menyusui juga bisa dianjurkan tetap konsumsi prebiotik dan probiotik untuk kesehatan pencernaannya.
"Tapi, harus konsumsi prebiotik dan probiotik yang strain (jenis) sudah ada uji klinis, dan dalam produk yang sudah ada kaji safety dari BPOM," papar Ray.
Prebiotik dan probiotik ini, tutur Ray, memberikan manfaat bagi bayi dan ibu menyusui. Manfaat utamanya adalah mempertahankan fungsi pencernaan lewat peningkatan jumlah dan kolonisasi bakter baik (gut microflora) di usus besar.
"Dengan pertumbuhan bakteri baik ini maka bisa mengaktifkan sel sel daya tahan tubuh yang ada di saluran cerna (gut associated lymphoid tissue). Itu sebabnya konsumsi prebiotik dan probiotik selain membuat defekasi (BAB) lancar juga efek jangka panjangnya adalah menjadi kuat imunitasnya," tegas Ray.
Ia juga mengatakan asupan prebiotik dan probiotik secara tak langsung berperan mencegah stunting. Pasalnya, asupan tersebut membuat saluran cerna berfungsi lebih baik.
"Dan produksi zat-zat yang dibutuhkan untuk pencernaan (SCFA-short chain fattu acid) lebih lancar. Jadi zat gizi yang dimakan si kecil lebih mudah dicerna dan diserap sehingga tidak akan kurang gizi," tukas pria kelahiran Manado ini.


Komentar