Padang, Arunala - Innalillahi wa innailahi rojiun. Bayi kembar siam asal Padangpariaman meninggal dunia usai mendapat perawatan intensif di ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUP M Djamil Padang, sekitar pukul 16.30 WIB, Jumat (23/9).
Diketahui, bayi tersebut dirujuk dari RSUD dr Sadikin, Pariaman. Bayi dari pasangan Ardianto, 35, dan Ayu Septiani, 30, itu lahir pada Rabu (21/9).
"Iya, betul. Pasien meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB tadi," kata Juru Bicara RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, Arunala.com, Jumat (23/9).
Bayi berjenis kelamin laki-laki berbadan satu berkepala dua itu meninggal dunia usai mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter dari RSUP M Djamil Padang.
"Yang jelas, kita sudah berusaha bersama-sama. RSUP M Djamil sudah berusaha. Sampai meninggal, didampingi oleh tim," tuturnya seraya mengatakan jenazah pasien saat telah dibawa ke kampung halamannya di Limaupuruik, Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman.
Sebelumnya, Direktur Utama RSUP M Djamil, Yusirwan Yusuf mengatakan, pihaknya memberikan perawatan intensif kepada bayi tersebut. Sebelum meninggal, bayi diketahui dalam kondisi kritis.
"Kondisi bayi kembar siam berbadan satu berkepala dua yang dirujuk dari RSUD Dokter Sadikin Pariaman masih kritis. Setelah diinvestigasi, saturasi oksigen bayi kembar siam ini 60-an. Sehingga tidak bisa lepas dari ventilator," kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang ini lagi.
Dari hasil sementara pemeriksaan, bayi kembar siam ini memiliki dua jantung.
"Bayi kembar siam ini memiliki satu bilik dan satu serambi. Artinya, darah kotor dan darah bersih bercampur. Dan jantung ini dempet dengan satu bayi lagi," paparnya.
Kemudian, sebut Yusirwan, bayi kembar siam ini memiliki tangan dua, kaki dua, satu jenis kelamin laki-laki dan satu anus.
"Inilah sebetulnya bayi kembar siam asimetrikal. Bahwa untuk pemakaian dua orang, kaki berjalannya cuma dua. Dan tidak bisa dipisah," sebutnyanext


Komentar