.
Santrinya kini melebihi 200 orang, dari anak-anak hingga mahasiswa untuk belajar Al Quran.
"Sebelum korona, rumah tahfiz Quran ini digunakan bergantian dengan tempat memotong kain. Pukul 08.00 WIB - 15.00 WIB untuk kegiatan menjahit, setelah shalat Ashar dipenuhi oleh 200 santri untuk mengaji. Pokoknya sebelum korona di sini selalu ramai oleh anak-anak," imbuhnya.
Elsa pun mengutip hadis HR Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni yan artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.
"Nah saya pengin dengan punya usaha saya juga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Bagaimana usaha ini nggak hanya kasih profit di dunia tapi juga menjadi jalan menuju surga," harap Elsa. (***)


Komentar