.
"Kementerian Kesehatan pun telah mewajibkan imunisasi vaksin HPV untuk anak perempuan kelas 5 dan kelas 6 SD. Dan vaksin HPV hanya diberikan dua dosis jika dosis pertama diberikan sebelum usia 15 tahun, dengan interval antar dosis minimal 6 bulan," tutur bapak dua anak ini.
Untuk perempuan yang telah aktif berhubungan seksual, vaksin HPV bisa disuntikkan bila individu belum terinfeksi HPV dan tidak menderita kanker serviks sebelum mendapat vaksin.
Vaksin HPV tidak hanya diberikan pada perempuan, tetapi juga dapat diberikan pada laki-laki karena terbukti dapat mencegah infeksi yang dapat menyebabkan kanker pada penis, anus, dan tenggorokan.
Ia menjelaskan, terdapat tiga jenis vaksin HPV yang telah mendapat izin dari U.S. Food and Drug Administration (FDA). Yaitu vaksin HPV 9-valent (Gardasil 9), vaksin HPV quadrivalent (Gardasil), dan vaksin HPV bivalent (Cervarix).
"Ketiga jenis vaksin tersebut melindungi dari HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan sebagian besar kanker serviks. Gardasil juga melindungi dari HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Perlindungan terhadap sembilan tipe HPV diberikan oleh vaksin Gardasil-9, yaitu tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58)," papar Dovy.
Ketua BKOW Sumbar, dr Fitria Amalia Umar SpKK MKes mengatakan, memperingati Hari Kanker Sedunia bertujuan untuk mencegah komplikasi terburuk atau kematian dari kanker.
Sebagaimana diketahui, penyakit ini terus meningkat dari tahun ke tahun baik di Indonesia khususnya Sumbar.
"Kanker serviks menyumbangkan kasus kedua terbesar setelah kanker payudara. Bahkan menyumbang angka kematian tertinggi," ucapnya.
Melihat kondisi demikian, sebut dr Fitri Amalia Umar SpKK MKes, pihaknya mengajak pengurus BKOW Sumbar maupun GOW kabupaten/kota se-Sumbar untuk lebih aware dan meningkatkan pengetahuan akan kanker serviks ini.
"Memang risiko kanker serviks itu didapat dari usia muda. Namun karena tidak dideteksi secara dini dan tidak mendapat penanganan yang tepat, akan menjadi stadium lanjut. Dan kita takutkan dapat menyebabkan kematian," ucapnya.
Ia mengatakan dalam pencegahan kanker serviks ini memang ada beberapa upaya dilakukan.
"Untuk itu kami mengajak BKOW Sumbar, GOW kabupaten kota se-Sumbar dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kanker serviks dan kesehatan reproduksi wanita," ajak istri Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy ini.
Sementara itu, Plt Direktur AYani Women and Children Clinic dr Winanda MARS mengatakan webinar ini diadakan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus rasa aware terhadap penyakit kanker yang bisa menyerang siapa punnext


Komentar