.
"Oleh karena itu, peran kita bagaimana meningkatkan derajat kesehatan ibu maupun calon ibu. Maka sebab itu, Pemprov Sumbar telah bekerja sama dengan IBI, perguruan tinggi, maupun organisasi profesi seperti POGI dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kesadaran akan kesehatan ibu," tukasnya.
Ketua PP POGI terpilih, Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG FER MPH menyatakan hal sama.
Berdasar data sensus terbaru melaporkan angka kematian ibu di Indonesia 189 per 100.000 per kelahiran hidup.
"Tetapi bila melihat data Riset Kesehatan Dasar di Kemenkes tahun 2022 terdata 3.500 ibu meninggal dunia saat melahirkan. Di Sumbar terdata 92 ibu meninggal dunia," sebut Wakil Ketua PP POGI ini.
Dari data itu, kata Budi Wiweko, 85 persen kematian ibu itu terjadi di rumah sakit.
Artinya kematian dikarenakan penanganan terlambat atau ada beberapa keterbatasan. Baik infrastruktur maupun sumber daya manusia di rumah sakit.
"Oleh karena itu butuh dukungan gubernur dan kepala dinas kesehatan dalam hal ketersediaan bank darahdarah maupun kesiapsiagaan kamar operasi untuk persalinan," ucapnya.
Penyebab kematian ibu hamil lainnya sebut Budi Wiweko, pada kehamilan ke-3, ke-4 dan seterusnya serta ibu pada usia di bawah 19 tahun.
"Mengharapkan dukungan gubernur dan kepala dinas kesehatan hal ini. Termasuk juga pekerjaan berat dari POGI sendiri," ujar Budi Wiweko.
Ketua POGI Sumbar, dr Syahredi SA SpOG Subsp Obginsos mengajak pemerintah provinsi maupun daerah untuk bergandengan tangan dalam menekan angka kasus kematian ibu dan bayi di Sumbar.
"Penurunan angka kematian ibu dan bayi juga menjadi bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan serta menjadi parameter bagi kemajuan suatu daerah," ucapnya.
POGI terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan reproduksi di Indonesia khususnya Sumbar.
"Ini tercermin dari parameter angka kematian ibu bayi serta kejadian stunting atau masalah gizi kronis," sebut Syahredi.
Sementara Ketua Umum 4th ROSADE 2023 Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS mengatakan 500-an peserta baik dokter spesialis obgin, dokter umum, bidan dan perawat se-Sumatera hadir.
Pertemuan ilmiah ini bertujuanpertemuan ilmiah tahun ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dibidang Obstetri dan Ginekologi bersifat aplikatif untuk praktik sehari-hari.
Pertemuan ilmiah tersebut dilaksanakan secara daring dan luringnext


Komentar