Respon Ketua DPRD Sumbar Supardi Soal BIM: Jika Status Turun, Banyak Aspek Terimbas di Sumbar

Metro- 13-02-2023 16:04
Ketua DPRD Sumbar, Supardi. (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar, Supardi. (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Kabar turunnya status Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Sumbar, yang sebelumnya berlevel internasional, berubah menjadi nasional cukup mengagetkan banyak pihak di Sumbar.

Tidak terkecuali Ketua DPRD Sumbar Supardi, yang menilai apabila status dari bandara itu jadi nasional, jelas mempengaruhi atau berimbas bagi Sumbar di berbagai aspek.

"Dengan turunnya grade BIM dari internasional menjadi bandara nasional, tentunya mempengaruhi Sumbar, terlebih berimbas pada iklim penerbangan ke provinsi ini," kata Supardi kepada media usai rapat paripurna di DPRD Sumbar, Senin (13/2).

Pasalnya, sebut Supardi, pihak DPRD dan Pemprov Sumbar sedang menjajaki kerja sama dengan negara-negara tetangga seperi Singapura dan Malaysia, termasuk kedepannya dengan negara di Asia Tenggara untuk menjadikan Sumbar sebagai daerah tujuan wisata, di samping kepentingan meningkatkan kerjasama bisnis antar Sumbar dengan negara-negara luar.

"Tapi dengan turunnya garde bandara kebanggaan masyarakat Sumbar ini, tentunya akan beri dampak yang cukup signifikan bagi Sumbar," ungkap Supardi.

Apalagi, lanjut dia, Sumbar saat ini siap menyambut kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara melalui momentum Visit Beautiful West Sumatera (VBWS) 2023.

Maka dari itu, jelas Supardi lagi, pihak DPRD, pemprov dan sejumlah instansi terkait akan membicarakannya ke pemerintah pusat agar bisa mempertahankan status bandara di Sumbar ini tetap pada grade internasional.

"Kalau pun ada persyaratan yang diminta pusat agar status bandara internasional untuk Sumbar itu tetap, maka kita mau tak mau berusaha melengkapinya, apakah itu lahannya, apakah itu infrastrukturnya, hingga ke persoalan pendukung lainnya. Dengan adanya dukungan itu, saya harapkan status internasional di BIM bisa dipertahankan," tukas Supardi lagi.

Sebelumnya Supardi juga menyampaikan, BIM yang terletak di Kabupaten Padangpariaman itu dibuat untuk bandara internasional sesuai arahan pemerintah pusat kala itu dan jika hanya untuk bandara nasional saat itu, sudah ada Bandara Tabing di Kota Padang.

Komentar