Pelayanan Poned Dapat Tekan Angka Kematian Ibu

Metro- 20-02-2023 21:04
Mewakili P2KS Sumbar, dr Hj Desmiwarti SpOG (K), Kadiskes Pessel dr Syahrizal Antoni Sy MPH beserta peserta pelatihan. (Dok : Istimewa)
Mewakili P2KS Sumbar, dr Hj Desmiwarti SpOG (K), Kadiskes Pessel dr Syahrizal Antoni Sy MPH beserta peserta pelatihan. (Dok : Istimewa)

.

Ia berharap usai pelatihan, para tenaga kesehatan ini dapat menularkan ilmu didapat ke petugas kesehatan lain di puskesmas masing-masing.

"Dengan cara demikian, pelayanan Poned di puskesmas dapat terus berjalan. Upaya menekan angka kematian ibu dan anak pun tercapai," harap Desmiwarti.

Terpisah, Ketua Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar dr H Syahredi SA SpOG (K) mengapresiasi Dinas Kesehatan Pessel lebih awal merespons Permenkes No 21 tahun 2021 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, serta Pelayanan Kesehatan Seksual.

Diharapkan puskesmas di wilayah Pessel mampu memberikan pelayanan Poned ini.

Dalam Permenkes itu, sebut Syahredi, tempat persalinan adalah sarana kesehatan yang mempunyai tenaga satu orang dokter, satu bidan dan satu perawat, atau satu dokter dan dua bidan. Masing-masing kompeten di bidangnya.

"Dokter dan bidan mengurus persalinan. Sementara perawat melaksanakan asuhan bayi baru lahir," kata Syahredi seraya mengatakan ke depannya persalinan harus di puskesmas atau klinik.

Dengan pelatihan Poned ini menandakan Dinas Kesehatan Pesisir Selatan cepat merespons Permenkes ini.

"Diharapkan dinas kesehatan kabupaten/kota lain menindaklanjuti Permenkes ini. Sehingga ke depannya persalinan itu makin terpantau oleh tenaga ahli," harapnya.

Syahredi mengatakan sampai sekarang pelatihan klinis untuk kesehatan reproduksi, penyelenggaranya Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK KR).

Karena jaringan ini memiliki pelatih klinis yang kompeten. Tujuannya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

"Kami di pusat saat ini dalam berproses ke arah akreditasi pelatihan. Tapi sertifikat JNPK KR diakui oleh semua instansi," tuturnya.

Sementara itu, dr Syahrizal Antoni Sy MPH mengatakan Poned ini penting dalam hal menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

"Kita mengetahui bahwa komplikasi terhadap ibu biasanya ada infeksi dan pendarahan. Ini semua menjadi tanggung jawab bersama baik dokter, bidan maupun perawat di puskesmas," tuturnya.

Untuk memberikan pelayanan terbaik pada ibu dan anak menjadi sasaran Poned ini, sebut Syahrizal, seorang petugas kesehatan harus memiliki keterampilan khusus.

"Melalui Pelatihan Poned ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pasalnya pelayanan kesehatan yang prima merupakan upaya Pemkab Pessel dalam menyejahterakan masyarakatnya," harapnya.

Ia berharap agar peserta pelatihan Poned turut memberikan kontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Pessel.

"Mari ikuti pelatihan Poned ini dengan serius dan penuh tanggung jawab," ajaknya.

Komentar