Merajut Pembauran lewat Kesenian Naga Lim

Metro- 28-02-2023 21:05
Kelompok Kesenian Naga Lim saat tampil dalam Kejuaraan Nasional. (Dok : Istimewa)
Kelompok Kesenian Naga Lim saat tampil dalam Kejuaraan Nasional. (Dok : Istimewa)

.

"Gerakan ini merupakan gerakan yang dilakukan dengan menggerakkan badan naga ke kiri dan kanan secara bergantian membuat lingkaran yang menyerupai angka 8 dengan tempo yang cepat atau lambat, dan boleh dilakukan di tempat atau berkeliling," papar Ridwan.

Gerakan You Long. Diartikan, gerakan naga berkelana. Gerakan Chuan Ten. Gerakan ini melompat dan menerobos.

"Selanjutnya, gerakan Fan guen. Gerakan membalikkan dan menggelindingkan naga. Dan, gerakan Zu tu zao xing. Gerakan membentuk formasi," paparnya.

Dalam hal gerak, kesenian naga memerlukan latihan secara khusus dan serius. Pasalnya, pertunjukan tersebut bersifat atraktif.

Dimana gerak tersebut dilakukan dalam bentuk akrobatik dengan berbagai atraksi-atraksi. Seperti melompat-lompat, memanjat dan berdiri di bahu pemain lain.

Ini tentunya memerlukan keseimbangan, kekuatan, kerja sama, serta konsentrasi.

"Semua pemain harus kompak dan dapat bekerja sama dalam melakukan gerakannya. Jika satu orang saja yang melakukan kesalahan dalam gerakannya, bentuk pertunjukan kesenian naga tersebut akan tampak kacau dan berantakan," tutur Ridwan.

Selain gerak, Ridwan menegaskan pemain dalam pertunjukan tidak kalah penting. Ini dikarenakan naga sebuah properti benda mati dan tidak dapat bergerak sendiri.

Dalam pertunjukan kesenian naga pada Himpunan Keluarga Lim dimainkan oleh 7 atau 9 orang dalam jumlah ganjil.

"Pembagian pemain biasa berjumlah 10. Yaitu angka 0 sebagai pemain yang memegang tongkat bola api atau bola mutiara sebagai permainan oleh naga. Angka 1 sebagai pemain yang memegang bagian kepala, angka 2-9 yang menjadi bagian badan dan ekor naga. Sementara pemain musik terdiri dari 4 pemain. Satu orang sebagai pemain tambur, 2 orang sebagai pemain simbal, dan 1 orang pemain gong," tuturnya.

Pemain kesenian naga Lim, sebut Ridwan, terdiri dari golongan remaja. Dari golongan tingkat SMP, SMA, kuliah dan umum.

"Untuk pemain ini, tidak membeda-bedakan suku dan agama dalam perkumpulan. Apalagi kesenian ini dapat diikuti oleh seluruh golongan masyarakat di Kota Padang dengan harapan kesenian ini tetap terlestarikan dengan baik," harapnya.

Bagaimana dengan musik? Ridwan menjelaskan dalam pertunjukan kesenian naga biasanya diiringi oleh alat musik khas Tionghoa yaitu tambur, gong, dan simbal.

Dalam pertunjukan itu, bunyi tambur dijadikan sebagai tekanan dalam gerakan dilakukan oleh pemain. Alat musik simbal berukuran 10-15 cm berfungsi untuk mengisi dan mengiringi bunyi tamburnext

Komentar