Merajut Pembauran lewat Kesenian Naga Lim

Metro- 28-02-2023 21:05
Kelompok Kesenian Naga Lim saat tampil dalam Kejuaraan Nasional. (Dok : Istimewa)
Kelompok Kesenian Naga Lim saat tampil dalam Kejuaraan Nasional. (Dok : Istimewa)

.

Sementara bunyi gong berfungsi sebagai pengiring dan pengisi bunyi tambur. Alunan bunyi musik dalam pertunjukan kesenian naga bersifat riang dan gembira.

"Namun, pertunjukan naga dalam perlombaan tidak diiringi langsung oleh alat musik. Tapi diiringi dengan musik rekaman," ucapnya.

Di Indonesia, sebut Ridwan, kelompok kesenian naga Lim ini pencetus pertama memadukan gerakan kesenian naga dengan kesenian daerah. Yakni memadukan gerak Indang Sungai Garinggiang beserta musiknya.

"Ini selalu mendapat apresiasi dan tepukan penonton," ujarnya.

Kostum dipakai oleh pemain kesenian naga yaitu baju kaos dengan celana panjang yang telah disablon dengan menggunakan logo Himpunan Keluarga Lim dan motif atau corak api dan sisik naga.

Pada pertunjukan kesenian naga, warna kostum yang digunakan tidak tentukan. Namun dalam kostum tersebut harus terdapat simbol api dan sisik naga serta nama perkumpulan.

Api merupakan simbol kekuatan, merah api dapat menggambarkan kekuatan dan semangat yang membara.

"Ciri khas kelompok kesenian naga Lim ini, kostum dan naga identik warna hijau," ucapnya.

Menggunakan ikat pinggang atau sabuk berwarna merah dinamakan dengan Ankin.

Ankin juga dilambangkan sebagai kewibawaan seorang pemain atau perkumpulan.

"Para pemain kemudian menggunakan sepatu Komo atau sepatu olahraga untuk memudahkan pergerakan mereka yang secara langsung terlihat seperti kaki naga yang seragam," paparnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Olahraga Himpunan Keluarga Lim, Martin menambahkan kesenian naga ini tidak lagi sekadar pertunjukan.

Akan tetapi sudah dikembangkan menjadi salah satu cabang olahraga di bawah naungan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) yang sudah diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Prestasi demi prestasi telah diukir oleh kelompok kesenian naga Lim yang mampu mengharumkan nama Kota Padang bahkan Sumbar.

"Prestasi di tahun 2016, kelompok kesenian naga Lim mengikuti iven internasional di Tangerang dan meraih peringkat keempat. Mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Bogor mewakili Sumbar meraih dua perak dan satu perunggu," sebut Martin.

Selanjutnya, Kejuaraan Nasional di Sumbar mendapatkan perak. Terakhir di Kejuaraan Nasional di Yogyakarta tahun 2022 mewakili Sumbar mendapat satu perak dan dua perunggu.

"Kita juga akan mengikuti Pra PON di bulan Agustus 2023 di Riau dan PON tahun 2024. Mudah-mudahan kelompok kesenian naga Lim mampu mengukir prestasi dan kembali mengharumkan nama Sumbar," harap Martin.

Kesenian naga ini bukan lagi miliki orang Tionghoa. Ia sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya Kota Padang, Sumbar.

Dalam hal ini dapat dilihat sebagai bentuk pembauran antara masyarakat pribumi dengan masyarakat Tionghoa di Kota Padang. (***)

Komentar