Padang, Arunala.com - Provinsi Sumbar memiliki potensi penangkapan ikan yang cukup besar yaitu 565.100 ton per tahun.
Dari 425.047 Ha luas lahan budidaya, baru dimanfaatkan 11.992 Ha. Tidak hanya itu, dari segi potensi perikanan laut juga tersedia seluas 186.580 Km hanya saja belum tergarap maksimal.
"Sumbar berada di pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia memiliki potensi besar bidang kelautan dan perikanan. Masih besar peluang kita untuk mengembangkan perikanan tangkap," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Dr Ir Reti Wafda MTp, saat rapat koordinasi dan sinkronisasi serta koordinasi program dan kegiatan Kelautan dan Perikanan Sumbar, di gedung DKP Sumbar, Kamis (23/2).
Ia mengatakan beberapa potensi budidaya perikanan di Sumbar di antaranya ikan kerapu, ikan garing, udang vaname dan kepiting.
"Jika digarap dengan baik, keempat komoditi itu akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta menggenjot pendapatan asli daerah," tutur Reti Wafda.
Ia menjelaskan luas lahan ikan kerapu di Sumbar yakni 11.020 hektare (ha). Tersebar di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai dengan total 542 lubang keramba jaring apung (KJA).
Rinciannya, 274 lubang di Pesisir Selatan, 216 lubang di Kepulauan Mentawai, dan 52 lubang di Padang.
"Tujuan dari budidaya ikan kerapu ini di antaranya memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani melalui ikan. Sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan potensi perikanan laut untuk usaha budidaya ikan kerapu," tuturnya.
Selain ikan kerapu, sebut Reti Wafda, budidaya ikan garing. Bertujuan melestarikan ikan endemik di perairan umum dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produk ekspor.
"Luas lahan budidaya ikan garing ini tersebar di 18 kabupaten kota. Sayangnya, belum ada budidaya ikan garing ini berhasil. Rencananya dalam pembudidayaan ikan garing ini dilakukan pada kolam air deras. Untuk saat ini, sumber bibit ikan garing masih bersumber di Padangpariaman," sebut Reti Wafdanext


Komentar