.
Kemudian, budidaya udang vaname. Tujuan budidaya ini memberikan motivasi kepada masyarakat atau Pokdakan untuk mengembangkan usaha budidaya udang vaname di kawasan pesisir pantai Sumbar.
Sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya udang vaname.
"Saat ini luas lahan tambak termanfaatkan atau petak tambak 1012.59 ha (927 petak tambak). Sedangkan potensi luas tambak di Sumbar 7.700 ha. Sementara produksi udang vaname ini di tahun 2022 sebanyak 4.713.58 ton dengan 150 pelaku usaha," papar Reti.
Ia mengatakan potensi budidaya udang vaname masih besar. Dapat dilihat potensi kabupaten atau kota di Sumbar.
Di Kabupaten Padangpariaman, potensi lahan 593.59 ha dengan jumlah produksi 3.259,200 ton. Luas tambak termanfaatkan 153.8 ha, jumlah pelaku usaha 76 orang, 600 petak tambak, dan lahan belum termanfaatkan +/- 5 ha.
Kabupaten Agam memiliki potensi lahan 23.4 hektare dengan jumlah produksi 614.480 ton. Sementara luas tambak termanfaatkan 2.5 hektare, jumlah pelaku usaha 11 orang, 203 petak tambak.
"Hebatnya semua lahan telah termanfaatkan," sebut Reti Wafda.
Kota Padang juga memiliki potensi lahan 13.6 ha dengan jumlah produksi 93.9 ton. Sementara luas tambak termanfaatkan 1.55 ha, jumlah pelaku usaha 15 orang, 36 petak tambak. Luas lahan tambak yang belum termanfaatkan +/- 8 ha.
"Pesisir Selatan memiliki potensi lahan 182 ha dengan jumlah produksi 764 ton. Luas tambak termanfaatkan 44.64 ha, jumlah pelaku usaha 23 orang, dan 88 petak tambak. Terakhir, Pasaman Barat memiliki potensi lahan 200 ha dan lahan belum termanfaatkan 200 ha," ungkapnya.
Potensi budidaya perikanan lainnya di Sumbar yakni kepiting.
"Ideal pengembangbiakan 1 ekor kepiting di 1 kotak box apartemen atau kontainer melalui proses pengawasan yang khusus salinitas dan faktor-faktor lainnya. Terutama airnya jernih pada tiap tahap pengelupasan tubuhnya (molting), badan kepiting akan membesar, yang siap dijual atau dikonsumsi," ucapnya.
Reti Wafda mengatakan dari potensi yang ada itu, melalui rakor ini silahkan susun rencana strategis, yang terukur dan sinkronkan dengan Renstra Provinsi dan Pusat.
"Jika ada peluang untuk anggaran provinsi atau pusat raih dengan cepat. Koordinasikan, sampaikan proposal, silakan juga kalau melalui dana Pokir, sehingga semua bergerak cepat dan terukur. Saya yakin dengan sinergitas DKP provinsi dan kabupaten kota, akan mampu mengangkat sektor kelautan dan perikanan menjadi andalan di Sumbar," tukasnya.


Komentar