Padang, Arunala.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan jaringan ke arah digital.
BNI telah menyiapkan sejumlah strategi untuk makin mendekatkan layanan mereka kepada masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil.
"Transformasi jaringan di BNI dilakukan secara terukur. Meski transaksi telah banyak beralih ke digital, sebagian nasabah masih ingin melakukan transaksi tatap muka dengan mendatangi kantor cabang," kata Direktur Network & Services BNI, Ronny Venir saat Kuliah Umum Transformasi Digital di Dunia Perbankan di Conventions Hall Universitas Andalas, Jumat (3/3).
Bagi nasabah yang datang ke kantor cabang, kata Ronny, selain mendapat pelayanan juga diberi edukasi dan diarahkan oleh BNI untuk bertransaksi melalui digital ke depannya.
"Kami melengkapi outlet-outlet dengan mesin digital yang BNI miliki. Bagaimana pun juga kami melihat banyak masyarakat yang masih ingin bertransaksi lewat tatap muka," kata Ronny.
Ia mengungkapkan BNI telah melakukan transformasi melalui perubahan outlet dan layanan berbasis digital yang terbagi dalam empat format outlet.
Yaitu super flagship, business flagship, digital first, dan tematik. Outlet super flagship, sebut putra minang ini melayani hampir semua kegiatan finansial. Outlet business flagship menjadi pusat pelayanan terpadu untuk komunitas bisnis.
Sedangkan outlet tematik untuk memberikan pengalaman yang mendalam sesuai dengan tema lokasi.
"Adapun digital first khusus untuk pelayanan customer fast moving customer. Ini biasanya kami tempatkan di mall dan tempat keramaian yang lain," kata Ronny seraya memastikan kriteria empat outlet tersebut akan diimplementasikan secara bertahap di BNI.
Selain melakukan transformasi jaringan, kata Ronny, BNI juga berkomitmen untuk menjangkau para nasabah yang berada di daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh outlet, melalui BNI Agen46.
BNI Agen46 telah hadir di wilayah-wilayah blankspot dan wilayah terdepan, tertinggal dan terluar (3T)next


Komentar