Padang, Arunala.com - Ajang tahunan Muslim Fashion Festival (MUFFEST+) akan digelar pada 7-10 Maret 2023 di The Westin Jakarta.
Peragaan busana muslim yang sudah digelar 8 kali ini bakal dimeriahkan dengan karya dari jenama lokal, 200 desainer lokal, serta 8 desainer dari negara tetangga atas dukungan ASEAN Fashion Designers Showcase (AFDS).
Tahun ini, MUFFEST+ membawa penyegaran dan bersinergi bersama Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) dengan mengangkat tema "Unlock Global Opportunities with MUFFEST+".
Salah satu yang menjadi sorotan ialah penampilan karya-karya para desainer dari Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah).
Mereka berkolaborasi dengan beberapa desainer dari Indonesia Fashion Chamber (IFC).
Salah satunya ialah koleksi karya desainer Berry Mirsha x Dekranasda Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Koleksi yang ditampilkan bertema Revert.
"Revert ini artinya terinspirasi dari kota kelahiran saya (Payakumbuh) pada saat ini kembali memajukan industri fashion," kata Berry Mirsha, kepada Arunala.com.
Ia mengatakan show kali ini dia berkolaborasi dengan Dekranasda Kota Payakumbuh dengan mengangkat tenun balai panjang sebagai bahan utama.
Tentunya dengan look ready to wear. Dengan look tersebut, dia menginginkan tenun balai panjang makin banyak diminati masyarakat untuk pakaian sehari-hari. Terkesan lebih ringan, tetap mewah dan elegan.
"Sekaligus, sesuai target Kemenparekraf untuk menjadi Indonesia sebagai pusat mode muslim terbesar di dunia," harapnya.
Ia menjelaskan warna koleksi yang dihadirkannya yakni army green, olive green+cream.
"Dimana warna ini adalah warna yang lagi tren untuk anak-anak muda milenial dengan cutting A-line serta look casual tapi tetap menggunakan bahan wastra Indonesia, tenun balai panjang," tukas Berry.


Komentar