Padang, Arunala.com - Tantangan dalam industri perbankan khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) kini semakin kompleks pada tahun ini.
Apalagi sepanjang tahun ini sampai tahun 2024 merupakan tahun politik.
"Tahun 2023 sampai tahun 2024 merupakan tahun politik. Tantangan politik bagi bank-bank daerah (BPD) sebuah tantangan yang real. Pasalnya, keterkaitan antara BPD dengan pemerintah daerah sangat krusial di tengah tahun politik ini," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Yuddy Renaldy saat talk show BPD se-Indonesia di Hotel Mercure Padang, Kamis (9/3).
Talk show dengan tema Tantangan dan Peluang BPD di Era Layanan Digital menghadirkan narasumber Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah dan Syariah OJK, Bambang Widjanarko dan Chairman Infobank Media Group, Eko B Supriyanto.
Talk show ini dimoderatori Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (Unand) Dr Efa Yonnedi SE MPPM Akt.
Melihat kondisi demikian, Ia meminta selaku pimpinan BPD harus menjaga diri untuk berintergritas yang baik.
"Mau diberhentikan kapan saja yang penting integritas kita harus tetap dijaga," tuturnya.
Tantangan selanjutnya, kata Yuddy, di operasional BPD sendiri, suku bunga saat ini meningkat cukup tajam.
Ini menjadi tantangan pada operasional BPD. Dikarenakan cost of fund akan meningkat signifikan.
Peningkatan itu akan menekan net interest income (NII). Dan juga menekan bottomline pada laba bank.
"Jadi kita nggak bisa bicara pada tahun 2022 performance BPD sebaik kemarin. Tahun 2023 akan jauh berbeda. Karena kita harus menej terkait cost of fund pada bank kita sendiri," ungkap Direktur Utama Bank BJB ini.
Jadi dua hal itu, menurutnya, sambil juga melakukan langkah-langkah digitalisasi ke depan ini langkah yang harus dilakukan.
"Karena apa? Transaksi semua telah mengarah ke digitalisasi. BPD tidak boleh ketinggalan. Pasalnya, BPD merupakan organ-organ di daerah dimana organ-organ keuangan layanan perbankan itu harus dilakukan secara digital. Ini merupakan tantangan baru bagi BPD yang masih atau belum mengembangkan digitalisasi menjadi sangat penting ke depannya," tegasnyanext


Komentar