.
Ia mengatakan jika tidak mengembangkan digitalisasi, bank-bank daerah akan berada pada area yang berbeda dengan bank lain.
Ini akan berbahaya pada BPD tersebut. Sehingga perlu ada CAPEX terutama yang harus dijaga.
"Karena biar bagaimana pun mendigitalisasi bank itu memerlukan biaya besar dalam bentuk CAPEX dan OPEX," tuturnya.
Gubernur Sumbar diwakili Asisten II Setprov Sumbar Wadarusmen mengatakan layanan digitalisasi BPD saat ini sebuah keharusan.
Jika tidak melakukan inovasi digital, akan berbeda dengan bank lainnya dan lambat laun ditinggalkan nasabah.
"Kami berharap dengan inovasi digital dilakukan BPD akan mampu bersaing dengan bank Himbara dan bank nasional swasta lainnya. Tentunya dengan aplikasi dompet digital yang dihadirkan juga dapat merebut pasar-pasar bank digital," tutur Wadarusmen.
Ia mengatakan konsistensi kinerja keuangan BPD ditopang oleh pangsa pasarnya pemerintah daerah.
Sebab pemda melakukan pembayaran gaji maupun aktivitas keuangan pemda lainnya.
"Melihat kondisi saat ini, BPD perlu memperluas pasar agar layanan keuangan makin meluas. Dengan demikian, BPD akan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad mengatakan talk show ini termasuk rangkaian dari Undian Nasional Tabungan Simpeda yang akan diundi nanti malam (9/3).
Talk show tersebut menghadirkan dua narasumber berkompeten dibidangnya.
"Mudah-mudahan dengan talk show ini akan membuka cakrawala atas dunia perbankan dan digitalisasi. Sekaligus mendapatkan perkembangan terbaru akan layanan keuangan digital," harap Irsyad.


Komentar