.
Namun untuk vaksinasi modern, virus yang umum digunakan adalah dua jenis strain virus influenza A dan satu jenis strain virus influenza B. Inilah yang disebut vaksin influenza trivalent.
"Karena influenza A kita ambil dua yang paling sering menyebabkan penyakit, sementara influenza B salah satu dari dua strain yang ada, Yamagata atau Victoria. WHO melakukan survei untuk menentukan kira-kira virus B ini mana yang sedang beredar, lalu baru dipilih vaksinnya," terang Prof Iris lagi.
Dengan kata lain, vaksin influenza trivalent mengandung dua strain influenza A dan satu strain influenza B.
"Dulu, survei dilakukan untuk melihat strain influenza B mana yang beredar karena virus influenza B diketahui hanya menginfeksi manusia dan anjing laut, sehingga risikonya tidak seberbahaya virus influenza A," ucapnya.
Namun seiring berjalannya waktu, mulai muncul ketidakcocokan atau mismatch.
Survei menyebut yang beredar adalah strain Yamagata, namun di beberapa tempat ditemukan pasien influenza B yang memiliki strain Victoria dan sebaliknya. Hal ini memicu peneliti untuk melakukan penelitian.
"Akhirnya keluar itu hasil penelitian di Eropa, Australia dan Amerika kalau saat ini sudah tidak bisa lagi diprediksi apakah yang beredar Yamagata atau Victoria, karena bisa saja dua-duanya beredar. Maka dari itu, penggunaan vaksin trivalent menjadi tidak efektif lagi," ungkap wanita berkerudung ini.
Beberapa perusahaan farmasi pun akhirnya meluncurkan produk vaksin influenza quadrivalent.
Tidak seperti pendahulunya yang hanya memiliki salah satu dari dua jenis strain virus influenza B, vaksin quadrivalent mengandung kedua strain virus tersebut.
"Di Indonesia, vaksin influenza yang sering digunakan adalah vaksin quadrivalent dan vaksin trivalent. Meski demikian, vaksin quadrivalent ini efficacynya sangat baik dibanding vaksin trivalent. Bahkan mampu memberikan perlindungan yang lebih luas dengan cakupan lebih lengkap pada kedua turunan strain influenza B," ujarnya.
Vaksin quadrivalent, sebut Prof Iris, juga bisa melindungi seseorang dari risiko infeksi influenza hingga 90 persen.
"Kalau dilihat di sini sebetulnya pemakaian daripada quadrivalent sangat dianjurkan. Bahkan sudah mempunyai sertifikasi halal. Ini sangat amat penting. Karena orang sering bertanya apakah halal atau tidak. Apalagi vaksin ini sering dipakai untuk ibadah umrah dan haji," tukas Prof Iris.


Komentar