Padang, Arunala.com - Dua dari tiga incumbent komisioner KPU Sumbar periode sekarang yang tidak lolos pada 20 besar calon anggota KPU Sumbar periode untuk 2023 - 2028, mengaku menerima hasil putusan tim seleksi dengan lapang dada.
Dua komisioner itu yakni Izwaryani dan Yuzalmon itu terlihat biasa-biasa saja dengan keluarnya hasil 20 besar calon anggota KPU Sumbar yang lolos itu.
"Tidak masuknya nama saya dalam 20 besar itu merupakan hal yang sudah diatur oleh Allah SWT untuk saya, dan saya menerimanya dengan lapang dada," kata Yuzalmon kepada Arunala.com di Kantor KPU Sumbar.
Dia menyebutkan, harus bisa memahami bahwa dimana ada permulaan pasti ada akhir.
"Jadi saya menilai, ini lah masa berakhirnya saya di KPU Sumbar, dan kalau soal rezeki, itu sudah diatur oleh Allah SWT," imbuhnya.
Yuzalmon merupakan anggota KPU Sumbar yang ditetapkan melalui proses PAW, dia menggantikan Nova Indra yang meninggal pada Rabu (19/2021) lalu.
Ditanya apa yang dilakukan setelah habis masa tugasnya di KPU Sumbar pada Mei mendatang? Yuzalmon menjawab belum tahu kemana.
"Yang jelas, saat saya ingin fokus pada tugas yang ada di KPU Sumbar dulu jelang habisnya masa tugas saya di sini (KPU Sumbar, red)," ungkap Yuzalmon.
Untuk diketahui, sebelum ditetapkan sebagai PAW di KPU Sumbar, Yuzalmon pernah menjadi staf pengajar di UIN Bukittinggi sebagai dosen terbang untuk Fakultas Hukum di kampus itu.
Sedangkan Izwaryani menyampaikan hampir sama yang diungkapkan Yuzalmon. Dia mengaku belum tahu akan kemana setelah selesai bertugas di KPU Sumbar.
"Saya akan tuntaskan tugas sebagai penyelenggara pemilu di KPU Sumbar hingga tiba masa tugas saya berakhir yakni Mei ini. Jadi apa yang akan dikerjakan nanti belum terpikirkan oleh saya," kata Izwaryani.


Komentar