Kehadiran agen penyedia layanan keuangan tanpa kantor atau laku pandai terutama di wilayah yang belum mendapatkan akses perbankan menjadi angin segar bagi pertumbuhan inklusi keuangan. Dengan mudah masyarakat kini bisa melakukan transaksi layaknya di perbankan.
Fajril
Yudi Edri Alfiska merasa bersyukur karena langkahnya menjadi Agen Lapau Nagari tak keliru.
Dengan bermitra menjadi agen laku pandai Bank Nagari ternyata membuat dirinya mampu memperkuat lini usaha dan mengangkat perekonomian keluarga.
Pria kelahiran 1978 tersebut memiliki toko elektronik, pecah belah dan pulsa yang berlokasi di Pasar Ganting, Kenagarian Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Toko itu berjarak sekitar 61 kilometer dari ibu kota kabupaten, Painan.
Dan, sekitar 8 kilometer dari Kecamatan Lengayang. Berawal pada bulan Juni tahun 2022, Yudi Edri Alfiska menerima masukan dari sejumlah pelanggan di tokonya agar menjadi agen laku pandai, terutama Bank Nagari.
Para pelanggannya ini mengeluh kesusahan jika langsung pergi ke bank untuk transaksi keuangan.
"Belum antre di bank. Kadang sudah satu jam menunggu giliran, ternyata sudah masuk jam istirahat. Kapan kami bisa mendapatkan pelayanan," tutur Yudi kepada Arunala.com, Rabu (15/3) lalu.
Menerima masukan itu, Yudi pun mendatangi kantor Bank Nagari Cabang Painan menanyakan seputaran agen laku pandai ini.
"Penjelasan dari pihak Bank Nagari, bank ini sudah memiliki layanan agen laku pandai bernama Agen Lapau Nagari. Tapi baru akan dimulai," tuturnya.
Setelah selang dua minggu, sebut Yudi, pihak Bank Nagari Cabang Painan menghubunginya.
"Saya pun mulai melengkapi persyaratan. Di antaranya surat keterangan usaha, KTP dan Kartu Keluarga, surat permohonan menjadi agen, surat keterangan domisili, pas foto dan rekening tabungan Bank Nagari," ungkap Yudi.
Akhir Juni 2022, Yudi resmi menjadi agen Lapau Nagari. Ia pun bisa melayani masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan layaknya pegawai bank sungguhannext


Komentar