Padang, Arunala.com - Keguguran menjadi salah satu penggugur mimpi dari pasangan dalam memiliki keturunan, terlebih lagi terjadinya berulang. Hal tersebut menjadi suatu ketakutan bagi para pasangan maupun calon pasangan.
"Keguguran yang dapat dikatakan sebagai keguguran berulang adalah keguguran yang terjadi selama 3 kali. Kondisi keguguran berulang dapat disebabkan oleh berbagai hal dan faktor risiko," kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fetomaternal, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS, saat Live Instagram AYani Clinic, Sabtu (8/4).
Pada kesempatan Live IG, Komaris Utama PT Tridaya Medika Sinergi itu mengupas Keguguran Berulang Penyebab dan Antisipasinya. Dimoderatori dr Tamara Wulandari.
Ia mengatakan banyak faktor mempengaruhi terjadinya keguguran berulang ini. Antara lain kelainan kromosom. Kelainan itu bisa berasal dari berasal dari sel telur, sperma, atau embrio awal.
"Kemudian, Sindrom antifosfolipid atau antiphospholipid syndrome (APS) disebabkan masalah pembekuan darah. Kondisi ini umumnya menjadi penyebab keguguran berulang di trimester kedua," tuturnya.
Faktor usia. Kehamilan di atas usia 35 tahun memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi daripada wanita yang lebih muda. "Pada usia 35 tahun, terdapat risiko keguguran sekitar 20 persen. Pada usia 40 tahun risikonya sekitar 40 persen, dan pada usia 45 tahun sekitar 80 persen," sebut Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Dr M Djamil Padang ini.
Selanjutnya, Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang kerap terjadi pada wanita di usia produktif. PCOS bisa menjadi salah satu penyebab keguguran berulang,
Faktor lainnya, kelainan pada rahim. Beberapa wanita mungkin terlahir dengan bentuk rahim yang tidak beraturan dan yang lainnya mengalami kelainan dengan rahim seiring waktu.


Komentar