.
"Dan untuk jamaah haji direkomendasikan vaksin influenza kuadrivalen (QIV) lebih direkomendasikan untuk jamaah haji," sebutnya.
Influenza merupakan penyakit serius, dan tidak bisa dianggap sepele. Komplikasi bisa memperberat penyakit ini. Risiko tinggi terjadinya komplikasi ditemukan pada penderita yang sangat muda, usia lanjut dan penderita penyakit jantung, paru-paru atau sistem saraf.
Komplikasi yang paling berat adalah pneumonia virus, yang bisa berkembang dengan segera dan menyebabkan kematian dalam waktu 48 jam. Komplikasi lainnya adalah pneumonia bakteri yang terjadi karena adanya ganguan dalam kemampuan paru-paru untuk melenyapkan atau mengendalikan bakteri di dalam saluran pernapasan.
Meskipun sangat jarang terjadi, virus influenza juga dihubungkan dengan peradangan otak (ensefalitis), jantung (miokarditis) atau otot (miositis). "Dalam perjalanan haji, tidak ada yang tidak mengalami flu kecuali unta. Jika tidak segera diobati, komplikasi penyakit pneumonia bisa berakibat pada kematian," jelasnya.
Upaya pencegahan dari risiko tertular influenza, saran Prof Iris Rengganis, bisa dilakukan dengan memelihara diri dan lingkungan pondokan, istirahat cukup. Kemudian minum air yang cukup, membiasakan diri untuk membersihkan ingus memakai kertas tisu."Tak kalah pentingnya selalu memakai masker dan segera berobat ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) bila merasa sakit," ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS saat memberikan sambutan menganjurkan jamaah haji agar menambah imunitas vaksin influenza untuk mencegah kejadian-kejadian terutama Ispa. Meski belum wajib, antisipasi virus influenza harus ada penambahan opsional.
"Penyebab kematian terbanyak pada tahun 2019, hampir 104 jamaah menderita pneumonia berawal dari infeksi saluran pernapasan (Ispa). Ini menandakan bahwa Ispa tidak bisa dianggap enteng. Dan ternyata bisa menyebabkan kematian jika sudah jatuh pada kondisi pneumonia," ungkapnya.
Pada tahun 2023 tercatat hampir 4.330 jamaah haji asal Sumbar yang akan berangkat. Dimana, 231 jamaah lanjut usia. Berarti total keseluruhan 4.361 jamaah haji didampingi 36 tenaga kesehatan, 2 dokter dan 24 perawat.
"Kita harapkan walaupun belum wajib, untuk antisipasi virus influenza maka tentu kita anjurkan agar ada penambahan opsional untuk pemberian vaksinasi influenza," sarannya.
Ia berharap jamaah haji yang diberangkatkan tahun ini dapat mengikuti ibadah di Tanah Suci dengan selamat dan sehat. Tentunya menjadi haji mabrur dan kembali ke Tanah Air dengan selamat. "Tentunya menjaga kesehatan dimulai dari sekarang," ucap dr Lila. (ril)
Halaman 12


Komentar