Naufal Mahdiyyah, calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Dharmasraya tergabung dalam kloter 13 ini akan segera pergi ke Baitullah dengan usia masih muda.
Oleh Fajril - Padang
Ia mengaku tak pernah terbayangkan dirinya akan menunaikan rukun Islam kelima di usia 19 tahun.
Ia bisa berangkat naik haji pada tahun ini karena menggantikan ibunya yang telah meninggal.
Direncanakan dia dan calon jamaah lainnya kloter sama akan terbang ke Tanah Suci dari Padang pada 17 Juni mendatang.
"Saya menggantikan ibu saya yang wafat pada 26 Juni 2019. Dua tahun sebelumnya ayah wafat pada 4 April 2017. Sebagai anak tunggal, saya pun menjadi ahli waris pengganti porsi ibu," kata Naufal saat dihubungiArunala.com. Meskipun bisa menunaikan ibadah haji pada usia belasan tahun, Naufal mengaku sedih karena seharusnya yang berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji adalah ibunda tercinta Jufriyenti. Apalagi ibunya tersebut telah mendaftar sejak 2011.
"Harusnya ibu yang berangkat karena telah mendaftar sejak dua belas tahun lalu. Tetapi ibu sudah dipanggil Allah SWT sehingga ini amanah untuk menggantikan ibu melaksanakan ibadah haji," ujar warga Beringin Sakti, Nagari Taratak Tinggi, Timpeh, Dharmasraya ini.
Apalagi semasa beliau hidup, tutur Naufal, beliau berpesan tetap jadi orang yang sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan yang diberikan Allah.
Dimana pun berada dan dalam kondisi apapun tetap taat beribadah.
"Tetap doakan ibu dan ayah," kenang pria kelahiran 1 Juli 2003 ini.
Dalam melaksanakan ibadah haji ini, ia mengaku telah melakukan berbagai persiapan seperti halnya manasik haji.
Selain itu, untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci juga menyiapkan berbagai perlengkapan yang diperlukan.


Komentar