Pertama di Indonesia, Benih Jagung Bioteknologi Unggul

Metro- 10-06-2023 17:32
Foto bersama benih jagung produksi Syngenta Indonesia saat diluncurkan di Penas Tani XVI, Sumbar, Sabtu (10/6). (Dok : Istimewa)
Foto bersama benih jagung produksi Syngenta Indonesia saat diluncurkan di Penas Tani XVI, Sumbar, Sabtu (10/6). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Syngenta Indonesia meluncurkan benih jagung bioteknologi unggul berkualitas yang baru pertama kali ada di Indonesia, yaitu memiliki keunggulan ganda, Sabtu (10/6).

Varietas jagung unggul dengan benih teknologi terkini yang telah lama ditunggu petani ini diluncurkan bersamaan dengan pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVI yang digelar di Padang, Sumbar.

"Peluncuran benih jagung dengan keunggulan ganda pertama di Indonesia ini adalah wujud komitmen dan perhatian yang besar dari Syngenta terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi petani. Syngenta telah lebih dari dua puluh tahun menghasilkan benih berkualitas serta membantu petani-petani di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan kami terus melakukan inovasi berkelanjutan guna menemukan dan memberikan solusi yang terbaik," tutur Kazim Hasnain, Presiden Direktur Syngenta Indonesia.

Benih jagung unggul varietas NK Pendekar Sakti, NK Sumo Sakti, dan NK Perkasa Sakti ini memiliki keunggulan ganda.

Bahkan pertama kali mendapatkan sertifikat pelepasan varietas di Indonesia.

Keunggulan ganda dimiliki adalah toleran terhadap herbisida glifosat serta sekaligus tahan terhadap penggerek batang (Asian Corn Borer/Ostrinia furnacalis). Dengan keunggulan ganda tersebut, varietas jagung ini akan membuat petani dapat menekan ongkos produksi.

"Kemudian meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen dan juga membuat budidaya jagung lebih aman dan nyaman," ucapnya.

Ia mengatakan jagung bioteknologi ini dapat meningkatkan hasil sekitar 10-15 persen dibanding varietas sama yang non bioteknologi.

"Apabila ditanam secara luas dapat mendongkrak panen jagung dari rata-rata nasional sebesar 5,3 ton per hektare menjadi sekitar 7 ton per hektare," ucapnya.

Sementara itu, Fauzi Tubat, Seed Business Head Syngenta Indonesia menjelaskan benih jagung unggul varietas NK Pendekar Sakti, NK Sumo Sakti, dan NK Perkasa Sakti diproduksi di dalam negeri yang melibatkan lebih dari 60.000 petani mitranext

Komentar