Jelang Penetapan Hari Ekonomi Kreatif Nasional: Alumni ITB: Dongkrak Ekonomi Lokal

Metro- 12-06-2023 06:37
Pengurus Daerah IA-ITB Jakarta Periode 2022/2026 pada prosesi pengukuhan tanggal 16 September 2022 lalu. (Dok : Istimewa)
Pengurus Daerah IA-ITB Jakarta Periode 2022/2026 pada prosesi pengukuhan tanggal 16 September 2022 lalu. (Dok : Istimewa)

Jakarta, Arunala.com- Pengurus Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Jakarta mengapresiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) yang mengusulkan penetapan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) pada tanggal 24 Oktober.

Sekretaris Eksekutif IA-ITB Jakarta, Ardian Perdana Putra, menyampaikan HEKRAFNAS menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku ekonomi kreatif dan stimulus untuk memasyarakatkan ekonomi kreatif di tengah masyarakat, tak terkecuali warga Jakarta.

Menurut Ardian, sebagai barometer perekonomian nasional, Jakarta seharusnya menjadi yang terdepan dalam literasi ekonomi kreatif, sehingga HEKRAFNAS bisa menjadi perayaan besar yang mendorong ekonomi warganya.

"Hari Ekonomi Kreatif Nasional menjadi momen yang penting untuk mengakui dan menghargai kontribusi yang diberikan oleh para pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Melalui penetapan ini, pemerintah dan masyarakat dapat mengangkat keberagaman budaya yang kaya di Indonesia sebagai keunggulan yang potensial," kata Ardian Perdana Putra dalam rilis yang diterima Arunala.com, Senin pagi (12/6).

Saat ini, sebut Ardian, Amerika Serikat dan Korea Selatan menduduki peringkat pertama dan kedua sebagai negara dengan kontribusi devisa terbesar dari sektor Ekonomi Kreatif.

Namun, Indonesia yang kini menempati peringkat ketiga memiliki potensi yang lebih besar untuk mengungguli negara-negara tersebut.

"Kita sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya yang sangat kaya sebenarnya memiliki keunggulan yang jauh lebih besar dibandingkan AS dan Korea Selatan. Semoga dengan ditetapkannya Hari Ekonomi Kreatif Nasional, kesadaran masyarakat untuk mendorong produk kreatif lokal semakin meningkat, sebelum nantinya kita bisa mendorong produk-produk kreatif kita menjadi unggulan di pasar global," ungkap Ardian yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Bidang Program dan Strategi.

Lebih lanjut Ardian mengungkapkan bahwa DKI Jakarta memiliki aset kultural yang sangat kaya dan layak diangkat sebagai modal bagi pengembangan industri kreatif lokalnext

Komentar