.
Peraih gelar Profesor kehormatan dari Jungwoon University Korea Selatan ini menuturkan, sebagai Duta GenRe bisa memberikan edukasi bagi teman sebaya, tentang gizi remaja, kesehatan reproduksi dan pergaulan yang sehat bagi remaja, ditambah indonesia telah memasuki bonus demografi.
"Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persenya dalam usia produktif, atau yang berusia 15-64 tahun, sedangkan sisanya 30 persen merupakan penduduk yang tidak produktif, yang berusia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun, pada periode tahun 2020 sampai 2045," terangnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan produksi dan gizi remaja.
Kemudian memperluas keterpaparan program GenRe dilingkungan masyarakat, meningkatkan kapasitas dan kreatifitas remaja untuk menghadapi bonus demografi dan Indonesia emas dan menjadi delivery agent terhadap upaya percepatan dan penganggulangan stunting.
"Kegiatan pemilihan Duta GenRe ini sangat panjang, mulai dari roadshow dan sosialisasi kesekolah dan kampus yang ada di Kota Pariaman, yang dimulai dari Januari 2023 sampai hari ini, malam puncak Grand Final, dimana dari 72 peserta yang lolos, telah terpilih 16 terbaik yang terdiri dari 10 perempuan dan 6 laki-laki yang masuk pada malam Grand Final ini," tuturnya.
Semoga dengan terpilihnya Duta GenRe Kota Pariaman 2023, mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik mungkin sehingga hadirnya ditengah masyarakat memang benar dirasakan, sesuai dengan Tema tahun ini "Remaja Aktif, Berani Berkolaborasi, Representatif, SDM yang berkualitas," ulasnya mengakhiri. (cpt/*)


Komentar