Kecamatan VII Koto jadi Pilot Project Nasional RPPA

Metro- 17-05-2023 12:40
Bupati Suhatri Bur me-launching program nasional Ramah Perempuan dan Peduli Anak (RPPA) di Kecamatan VII Koto, Rabu (17/5). (Dok : Istimewa)
Bupati Suhatri Bur me-launching program nasional Ramah Perempuan dan Peduli Anak (RPPA) di Kecamatan VII Koto, Rabu (17/5). (Dok : Istimewa)

Padangpariaman, Arunala.com - Kecamatan VII koto Sungai Sariak mendapat apresiasi dari Bupati Padangpariaman terkait aksi cepat tanggap dalam menindak lanjutiprogram Nasional Ramah Perempuan dan Peduli Anak (RPPA).

Hal tersebut diungkapkan Bupati Suhatri Bur saat me-launching Kecamatan VII Koto sebagai Kecamatan Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang berlangsung di Aula Kantor Camat VII Koto Sungai Sarik, Rabu (17/5).

Diketahui, program tersebut merupakan program bersakala Nasional pada tahun 2022 yang di gagas oleh kementrian Pemderdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementrian Desa. Yang mana sebelumnya telah menunjuk Nagari Pauh Kamba dan Nagari Toboh ketek menjadi pilot project di Kabupaten Padang Pariaman.

Selain itu Suhatri Bur juga menyebutkan, untuk menjadikan Kecamatan Ramah Perempuan dan Peduli Anak harus memiliki beberapa indikator yaitu memiliki lembaga ramah perempuan dan anak, pemilihan data nagari yang sudah berdasarkan cluster, adanya anggaran, keterwakilan perempuan di sistem pemerintahan, perempuan mendapatkan tempat untuk berkarya di nagari.

Lebih lanjut Suhatri Bur menambahkan, semua anak mendapatkan pengasuhan yang berbasis hak anak, tidak adanya kekerasan perempuan dan anak serta mengawasi perkawinan anak di bawah umur.

"Saya berharap dengan dilaunchingnya Kecamatan VII Koto Sungai Sariak menjadi Kecamatan Ramah Perempuan dan Peduli Anak pada hari ini, semoga kedepan tidak ada lagi diskriminasi terhadap perempuan dan anak di kabupaten Padang Pariaman terkhusus di Kecamatan VII Koto," harapnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A ) Kabupaten Padangpariaman Suhatman. Ia menyebutkan perlu adanya Nagari Ramah Perempuan dan Peduli anak karena ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sinergitas, kekompakan dan keterpaduan untuk terus mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilakukan dengan terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Ditandai dengan pemukulan gong, Kecamatan VII Koto resmi launching Nagari Ramah Perempuan dan Peduli Anak dan dilanjutkan dengan penandantangan piagam komitmen oleh 12 nagari se kecamatan itu. Turut hadir dalam acara tersebut, Forkopimca, Kepala KUA VII Koto, Wali Nagari Se Kecamatan VII Koto, Ketua Forum Nagari Sungai Sariak, Forum Anak Kecamatan VII Koto, ninik mamak dan tokoh masyarakat setempat. (cpt/*)

Komentar