Kuliah Umum Dr Hasto Kristiyanto MM di Unand: Bangun Tradisi Intelektual dengan Membaca dan Diskusi

Metro- 05-07-2023 19:11
Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH didampingi Wakil Rektor III Ir Insannul Kamil MEng PhD IPM ASEAN Eng menyerahkan cinderamata kepada Tokoh Nasional Dr Hasto Kristiyanto MM usai kuliah umum di Convention Hall Unand, Rabu (5/7). (Foto : Fajril)
Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH didampingi Wakil Rektor III Ir Insannul Kamil MEng PhD IPM ASEAN Eng menyerahkan cinderamata kepada Tokoh Nasional Dr Hasto Kristiyanto MM usai kuliah umum di Convention Hall Unand, Rabu (5/7). (Foto : Fajril)

.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menjelaskan, saat ini Indonesia membutuhkan keteladanan-keteladanan dari para pemimpin masa lalu. Contoh terutama adalah Proklamator RI Bung Karno-Bung Hatta.

"Maka marilah melihat dan belajar dari pemimpin kita di masa lalu. Bagaimana negara Indonesia yang besar, luas dan heterogen, dapat terjaga dengan baik dalam kerangka NKRI," kata Mahyeldi.

Sementara Rektor Unand, Prof Dr Yuliandri SH MH capaian-capaian Unand hingga saat ini, baik secara nasional maupun internasional.

"Unand kami ambil sebagai research university. Saya selalu menekankan kepada semua civitas akademika kita bahwa Unand adalah universitas riset," tutur Guru Besar Fakultas Hukum Unand ini.

Yuliandri juga secara khusus memberikan penjelasan tentang kontribusi Presiden Kelima RI Prof Dr (HC) Megawati Soekarnoputri untuk Unand.

Di antaranya memberikan bantuan penelitian kepada dosen untuk penelitian bahan alam dan sampai saat ini terus dikembangkan.

Kedua, kontribusi Megawati yang meresmikan Pusat Kegiatan Mahasiswa Unand. Ketiga, memberikan bantuan mobil bus kampus untuk mendukung transportasi bagi civitas akademika Unand.

"DanAlhamdulilah, dalam kapasitas beliau sebagai Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Unand juga mendapat kesempatan kerja sama penelitian dengan BRIN, untuk mendukung pusat studi serta riset bagi dosen Unand," kata Yuliandri.

Ia berharap Unand, ke depan dapat dijadikan sentra penelitian bagi pengembangan Wawasan Kebangsaan, terutama dalam mengembangkan berbagai konsep untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. "Wawasan kebangsaan ini memang harus dimulai dari kampus," tukasnya. (ril)

Komentar