.
Dikarenakan UMKM merupakan roda perekonomian nasional.
"UMKM perlu terus diberdayakan karena merupakan fondasi dan basis perekonomian nasional sebab pada tahun 2020 ketika Indonesia dilanda pandemi Covid-19, UMKM mampu menopang perekonomian kita sehingga menjadi alasan kami untuk memfokuskan pemberdayaan UMKM pada tahun ini," ucapnya.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan peran pengusaha diharapkan lebih maksimal dalam melakukan upaya pemberdayaan masyarakat secara formal maupun tidak formal.
"Saya harap Kadin dapat meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah di tengah kondisi perlambatan perekonomian saat ini," ujarnya.
Ia berharap Kadin dapat menjadi contoh bagi organisasi lainnya yang dapat mendorong meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan perekonomian.
"Apalagi diketahui tulang punggung ekonomi Sumbar terletak pada sektor UMKM. Dan salah satu program unggulan Pemprov Sumbar tertuang dalam RPJMD 2021 yakni mencetak 100 ribu entreprenuer dalam lima tahun," ucap Mahyeldi.
Sementara itu, Ketua Kadin Sumbar, Buchari Bachter mengatakan kemajuan UMKM di Sumbar. Hal ini selaras dengan empat pilar Kadin. Bahkan Rapimnas 2022 Kadin berkomitmen tahun ini menguatkan perusahaan besar sekaligus UMKM.
"Kami siap bersepakat membersamai Pemprov Sumbar untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat. Sekaligus Kadin siap memajukan UMKM dan meningkatkan perekonomian Sumbar," tekadnya.
Diketahui, pada agenda pengukuhan kali ini Kadin Sumbar menghadirkan dua diskusi publik yang membahas tentang ekonomi Sumbar dan UMKM.
Yakni diskusi pertama dengan tema penguatan infrastruktur dalam mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi (TTI) untuk pertumbuhan ekonomi Sumbar.
Diskusi kedua bertajuk digitalisasi dan E-Katalog PBJ untuk peningkatan kapasitas UMKM di Sumbar.
Tidak hanya pengukuhan saja, tapi juga dilangsungkan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sumbar.(ril)
Halaman 12


Komentar