.
Pemimpin semacam ini adalah pemimpin yang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak serta bersikap positif.
Dan sekaligus dapat menerima hal-hal sulit atau negatif yang terjadi dalam kehidupan.
"Pemimpin autentik adalah memimpin dengan hati, memimpin yang dapat memberikan dan hasil positif. Dia menerima hasil dari setiap keputusan yang sudah dibuat," katanya.
Kedua, pemimpin spiritual. Ia harus memiliki kemampuan berpikir untuk memahami tujuan utama kehidupan. Dia juga harus mengingat dan dekat dengan Tuhan-Nya.
"Setiap agama mengajarkan kebaikan serta nilai-nilai. Perbedaan (keyakinan) menurut dia, harus dihormati. Karena yang paling penting adalah bagaimana kita sama-sama bisa menyumbangkan pemikiran untuk mempersatukan perbedaan itu," katanya.
Ketiga, pemimpin adaptable. Pemimpin tidak boleh hanya mengandalkan kepandaian dan kekuatan massa untuk menentukan sebuah organisasi, perusahaan atau sebuah bangsa dan negara. Untuk memperkuat argumentasinya, Rasjid mengutip tokoh dunia Kebangsaan Britania Raya, Charles Darwin.
"Charles Darwin pernah berkata bukanlah yang paling kuat atau paling pintar yang akan bertahan, tetapi yang paling mampu beradaptasi, fleksibel, toleran dan inklusif," ucapnya.
Lalu bagaimana asa membentuk asa seorang pemimpin, Rasjid menegaskan ia tahan banting (resillent) dan tangguh, memiliki semangat tinggi dan sabar ketika menghadapi masa-masa sulit. Serta memegang teguh nilai-nilai kehidupan.
"Tapi seperti yang saya katakan tadi, pemimpin masa depan adalah pemimpin yang bisa beradaptasi. Selain visi-misi, kesuksesan perusahaan atau organisasi adalah membangun fondasi nilai-nilai kehidupan itu," ucap Rasjid.
Sementara itu, Rektor Unand Prof Yuliandri SH MH mengatakan perguruan tinggi ini memiliki program strategis yakni melahirkan lulusan yang berdaya saing global.
Dan yang paling penting dari program strategis tersebut ialah para lulusan mempunyai spirit kewirausahaan.
"Spirit kewirausahaan tersebut juga dibarengi dengan pembekalan pendidikan karakter yang kuat terhadap mahasiswa. Sebab, untuk menciptakan generasi bangsa harus diiringi dengan pendidikan karakter," tutur Guru Besar Fakultas Hukum ini.
Tidak hanya itu, perguruan tinggi tersebut juga memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang fokus pada kewirausahaan dan inkubasi bisnis.
"Selain menghadirkan nilai-nilai dan spirit kewirausahaan, Unand juga secara berkala mendatangkan tokoh-tokoh yang bisa memotivasi mahasiswa agar memiliki jiwa kewirausahaan salah satunya Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid," tukasnya. (ril)
Halaman 12


Komentar