Tiga Pelaku Dugaan Korupsi Sapi Ditahan: Kajati Sumbar Sebut Ini Proyek Gagal

Metro- 15-07-2023 01:40
Para tersangka pengadaan sapi betina bunting saat memasuki mobil tahanan setelah ditetapkan tersangka oleh Kejati Sumbar, Jumat malam (14/7). (Foto : Arzil)
Para tersangka pengadaan sapi betina bunting saat memasuki mobil tahanan setelah ditetapkan tersangka oleh Kejati Sumbar, Jumat malam (14/7). (Foto : Arzil)

Padang, Arunala.com - Tiga orang pelaku dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sapi pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Sumbar tahun anggaran 2021, ditetapkan jadi tersangka dan ditahan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, Jumat malam (14/7).

Tiga tersangka itu yakni dua orang dari Disnak Sumbar, dan satu orang dari pihak rekanan. Para tersangka itu DM selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), FA sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan AAP selaku Direktur CV EDE.

"Para tersangka ditahan atas proyek pengadaan sapi betina bunting sebanyak 2.082 ekor sapi itu dilakukan pada tahun 2021, dan sapi-sapi ini harus berasal dari luar Sumbar, dengan harapan bisa memperbanyak populasi sapi di Sumbar," ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, Asnawi didampingi Asistem Pidana Khusus (Aspidsus), Hadiman kepada wartawan di kantornya Jumat malam (14/7).

Dasar pihak kejaksaan menahan para tersangka setelah pihak auditor internal Kejati Sumbar menemukan adanya indikasi mark up (penggelembungan) harga, disamping alat bukti lainnya yang diperoleh pihak Kejati Sumbar.

Asnawi menerangkan, pada tahun anggaran 2021,Disnak Keswan Sumbar melaksanakan kegiatan pengadaan sapi dengan anggaran Rp35.017.340.000 untuk pengadaan sebanyak 2.082 ekor sapi betina bunting.

Rinciannya sebanyak 1.572 ekor sapi lokal dan 510 ekor sapi crossing yang dituangkan ke dalam lima paket kontrak pekerjaan, dan dikerjakan oleh empat perusahaan berbeda.

"Dalam perjalanannya ternyata dilakukan pengubahan kontrak (adendum) dan menurut kami (Kejati, red) sudah melanggar ketentuan, karena sapi yang diadakan bukan sapi betina bunting lagi. Lucunya, sapi yang mereka beli berasal dalam Sumbar sendiri," ungkap Asnawi.

Jadi, lanjut Kajati, tujuan agar populasi sapi di Sumbar bisa berkembang dengan pengadaan sapi betina bunting itu tidak terjadinext

Komentar