Padang, Arunala.com - Angka kematian bayi dan neonatus masih tinggi. Banyak faktor penyebab di antaranya masih adanya persalinan yang belum pada fasilitas kesehatan berkualitas, masih banyak ibu melahirkan dengan faktor risiko yang tinggi.
Seperti terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak persalinan, dan terlalu tua saat hamil.
Bahkan adanya beberapa penyakit menyertai saat kehamilan serta penyakit yang tidak terdeteksi pada saat kelahiran.
"Untuk itu penting memperhatikan dan meningkatkan cakupan ibu yang ber-KB agar kehamilan dapat diatur dan risiko dapat dikurangi. Di samping semua fasilitas persalinan harus disiapkan dengan baik. Tentunya sekaligus dengan ketersediaan tenaga kesehatan berkualitas," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat Seminar Nasional Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS), Obstetri Neonatal Komprehensif (Ponek), Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), Pusat Krisis Terpadu (PKT), Penurunan Prevalensi Stunting dan Wasting di RSUP Dr M Djamil, Senin (17/7).
Seminar nasional ini sendiri diadakan secara daring dan luring.
Ia mengatakan salah satu upaya pencegahan dengan menyiapkan pelayanan untuk kehamilan yang berisiko pada tingkat layanan primer berupa penanganan obstetri neonatal emergency dasar (Poned) atau penanganan obstetri neonatal komprehensif (Ponek).
"Dengan dilakukan skrining terhadap adanya kemungkinan bayi mengalami gangguan hipotiroid kongenital adalah bentuk intervensi menurunkan angka kematian bayi dan neonatus," ucapnya.
Ia mengatakan pemeriksaan skrining hipotiroid kongenital serta menyiapkan fasilitas rumah sakit untuk melakukan Ponek adalah langkah strategis.


Komentar