Padang, Arunala.com - Memiliki calon bayi yang lahir dengan sehat dan sempurna merupakan impian dari setiap orang tua. Ada banyak pemeriksaan yang dilakukan saat bayi baru lahir.
Salah satu deteksi dini yang dilakukan pada bayi baru lahir adalah skrining hipotiroid kongenital.
Hipotiroid kongenital adalah kelainan akibat kekurangan hormon tiroid yang terjadi sejak dalam kandungan.
"Deteksi dini hipotiroid kongenital melalui skrining pada bayi baru lahir adalah strategi terbaik saat ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS saat Seminar Nasional Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS), Obstetri Neonatal Komprehensif (Ponek), Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), Pusat Krisis Terpadu (PKT), Penurunan Prevalensi Stunting dan Wasting di RSUP Dr M Djamil, Senin (17/7).
Seminar Nasional sesi 1 yang diadakan secara daring dan luring ini dimoderatori Kabid Pelayanan Medik RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) FISC.
Ia mengatakan bayi baru lahir dengan hipotiroid kongenital tidak menunjukkan gejala sehingga tidak terdiagnosis. Deteksi dini diperlukan sehingga apabila positif dapat segera diobati agar tumbuh dan kembang anak sesuai potensi genetik.
"Skrining hipotiroid kongenital ini bertujuan untuk mencegah kerusakan otak yang permanen dan retardasi mental," ucapnya.
Atas kondisi demikian, sebut Lila, pemerintah telah menelurkan regulasi terhadap skrining hipotiroid kongenital (SHK).
Dimana setiap fasilitas kesehatan baik milik pemerintah, pemerintah daerah, swasta yang menyelenggarakan pertolongan persalinan wajib melakukan SHK pada bayi baru lahir.


Komentar