.
Yakni memanipulasi psikologi untuk mendapatkan data rahasia atau kepentingan jahat lainnya.
"Jadi jangan pernah memberitahu data kita seperti nomor kartu ATM, nomor rekening, pin ATM, kode akses mobile banking, pin mobile banking, kode OTP, dan kode reservasi cardless, kepada siapapun baik melalui telpon, WhatsApp, isian formulir atau secara langsung," jelasnya.
Kemudian Irsyad meminta kepada nasabah untuk tidak merespons pesan atau link dari website atau media sosial.
Seperti memiliki lampiran file bertipe APK dan menyuruh mengisi formulir data rahasia.
Sementara itu, Ketua DPD Apersi Sumbar Liswendi Kamar mengatakan, anggota DPD Apersi saat ini berjumlah 151 anggota yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.
Untuk realisasi unit KPR, baik itu FLPP, komersil, dan lainnya sejak tahun 2019 sampai 2022 tercatat sebanyak 8.253 unit.
"Ini potensi yang bagus yang bisa diambil oleh Bank Nagari. Untuk target yang diberikan oleh masing-masing developer anggota Apersi Sumbar tahun 2023 ini sebanyak 2.500 unit. Sampai Juni baru terealisasi 50 persen. Sementara dari Bank Nagari ada sekitar 380 unit," jelasnya.
Dia menambahkan, kerja sama dengan Bank Nagari ini sangat baik ke depan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pembiayaan perumahan.(ril/*)


Komentar