Optimalkan Tumbuh Kembang Anak untuk Cegah Stunting

Metro- 23-07-2023 13:20
Sepasang suami istri menimbang berat badan bayinya di stan Departemen IKA FK Unand/RSUP Dr M Djamil-IDAI Sumbar saat Car Free Day, Minggu (23/7). (Foto : Fajril)
Sepasang suami istri menimbang berat badan bayinya di stan Departemen IKA FK Unand/RSUP Dr M Djamil-IDAI Sumbar saat Car Free Day, Minggu (23/7). (Foto : Fajril)

.

Dalam seminar itu menghadirkan narasumber pakar tumbuh kembang anak nasional Prof Dr dr Soedjatmiko SpA (K) MSi. "Nantinya beliau akan mengupas tentang manfaat buku KIA (kesehatan ibu dan anak) untuk memenuhi hak anak, cucu dan keponakan mencapai tumbuh kembang optimal," ungkapnya.

Kemudian tiga narasumber lainnya dari RSUP M Djamil. Yakni dr Nice Rahmawati Masnadi SpA (K) membahas tentang gizi anak, Dr dr Mayetti Akmal SpA (K) IBCLC membahas tentang ASI dan dr Asrawati SpA (K) M Biomed membahas tentang tumbuh kembang anak dan penggunaan buku KIA.

Ia menjelaskan buku KIA ini sebenarnya sudah lama ada. Akan tetapi pemanfaatannya belum maksimal. "IDAI Sumbar dan Departemen Ilmu Kesehatan Anak akan mendorong agar pemanfaatan buku KIA ini agar lebih dioptimalkan lagi. Pasalnya, buku KIA ini bermanfaat untuk pemantauan dan pencapaian tumbuh kembang anak optimal," tegasnya.

Ia berharap dengan peringatan Hari Anak Nasional ini, sebagai orang tua tentu akan memberikan dan memenuhi hak anak. Di antaranya hak untuk sehat serta hak anak tumbuh kembang maksimal dan bebas dari segala penyakit.

"Dan juga diharapkan menggalang lagi awareness bagaimana meningkatkan penggunaan buku KIA ini," ujar dr Riki.

Sejatinya, kata dr Riki, buku KIA ini sudah disusun sedemikian rupa oleh puluhan profesor dan doktor ahli di bidangnya serta ahli gizi, ahli lingkungan, psikolog, dokter gigi dan dokter kandungan.

"Kehadiran buku KIA itu bisa memantau tumbuh kembang anak. Sehingga bisa dilakukan deteksi sejak dini apabila anak mengalami gangguan pertumbuhan. Dan bisa kita lakukan tata laksana sejak dini. Dengan harapan ke depan akan meningkatkan kesehatan anak Indonesia dengan tumbuh optimal. Karena kita ketahui anak menjadi generasi penerus. Sehingga akan terwujud visi Indonesia Emas 2045 mendatang," tukasnya. (ril)

Komentar