Padang, Arunala.com - Pasienadolescent idiophatic scoliosisIlma Khairani (13) telah menjalani operasi sekitar 5-6 jam di ruang operasi RSUP Dr M Djamil Padang, beberapa waktu lalu.
Pelaksanaan operasinya pun berjalan terkendali. Kini, pasien Ilma Khairani ini dalam kondisi membaik dan sudah diperbolehkan pulang.
"Ketika operasi dilakukan berjalan dengan baik dengan segala mesin yang dipasang. Monitor juga bekerja dengan baik. Dan,
Alhamdulillah,kita bisa melaksanakan operasi sekitar 5-6 jam pelaksanaan dengan terkendali," kata Ketua Tim Operasi, Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine, kepada wartawan di Auditorium RSUP Dr M Djamil Padang, Kamis (31/8).
Ia menjelaskan pasien bukan saja tulang belakang miring, setiap segmen tulang belakang itu mengalami rotasi.
Sehingga di daerah dada itu ada iga. Karena kemiringan dan rotasi yang terjadi, iganya pun ikut terotasi.
"Awal sebelum operasi, pasien membungkuk dengan punggung besar sudutnya terbentuk. Ini dikarenakan berubah rotasi yang terjadi. Posisi tidur telentang pun susah," tutur Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar ini.
Berdasar hasil rontgen terlihat tingkat kebengkokan dengan sudut 124 derajat di atas daerah torakal atau daerah punggung.
Dari CT Scan dilihat bahwa posisi dari setiap segmen tersebut ditopang oleh tulang iganya yang sudah menganggu.
"Dan itu fix, kita dorong itu sangat kaku. Maka yang membahayakan dengan keadaan ini adalah rongga parunya di sebelah kanan menjadi sempit. Karena tulang iganya sangat mengerucut dengan posisi tulang bengkok. Pasien ini anak-anak, tulangnya melunak akibat proses pertumbuhan rotasi tadi," ungkapnya.
Ia mengatakan dengan kasus ini telah banyak dilakukan koreksi pada skoliosis ini tapi dengan risiko yang besar.


Komentar